Home » Skripsi Tarbiyah » Pola Hidup Santri Dan Peranannya Terhadap Sosial Keagamaan (Studi Kasus Pada Pondok Pesantren
Pola Hidup Santri Dan Peranannya Terhadap Sosial Keagamaan (Studi Kasus Pada Pondok Pesantren
Diposting oleh Unknown on Jumat, 14 Februari 2014
Pondok Pesantren adalah merupakan sistem pendidikan khas yang
mempunyai tujuan untuk membentuk seorang Mukmin Muslim yang senantiasa taat
dalam melaksanakan perintah agama serta menguasai ilmu tentang tata cara dalam
melaksanakan perintah agama tersebut. Hal ini adalah sebagai perwujudan dalam
upaya menyempurnakan fitrah manusia sebagai hamba Allah SWT di bumi-Nya.
Pondok Pesantren juga berusaha untuk mencetak para peserta didiknya
menjadi insan yang mandiri, yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat dan
kelompoknya, dimanapun dia berada, dan disektor apapun dia berkarya dan bekerja.
Hal ini juga berkaitan dengan tugasnya sebagai pelaksana dan pencipta kemakmuran
di bumi Allah, yang senantiasa membuat kebaikan dan kemanfaatan bagi ummat dan
lingkungan disekitarnya.
Kehidupan pondok pesantren memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dapat
diperoleh ditempat pendidikan lain. Hal ini disebabkan karena pesantren lebih
mengutamakan pengkajian terhadap ilmu keagamaan. Disamping itu, dalam pondok
pesantren para santrinya dilatih untuk hidup mandiri tanpa bantuan orang lain. Untuk
model kehidupan sosial di lingkungan pondok pesantren akan terlihat pada rasa
kesamaan dan persaudaraan mereka yang muncul dalam suasana hidup
kesederhanaan. Dengan penuh keimanan dan ketakwaannya kepada sang kyai,
rasanya mereka sudah mendapat ketenangan. Mereka menganggap bahwa kyai
adalah satu-satunya orang yang perlu dicontoh dalam berbagai tingkah lakunya, baik
keimanan maupun mengenai cara hidupnya yang penuh kekeluargaan.
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
sebenarnya pola hidup santri di pondok pesantren Manba ul Ulum yang meliputi
bagaimana tingkat pendidikan santri, bagaimana interaksi santri dengan masyarakat
luar pondok pesantren, dan bagaimana peran santri dalam sosial keagamaan di dusun
Sukorembug Sidomulyo Batu.
Penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah termasuk dalam penelitian
deskriptif kualitatif. Dalam prosedur pengumpulan data, penulis menggunakan
metode observasi, interview/wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk
analisisnya, secara umum penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif,
yakni berupa data yang sudah tertulis atau dari perkataan orang dan kegiatan yang
diamati, sehingga dalam hal ini penulis berupaya mengadakan penelitian yang
bersifat menggambarkan secara menyeluruh tentang keadaan sebenarnya yang ada
di lapangan mengenai pola kehidupan santri di pondok pesantren Manba ul Ulum
sekaligus peranannya dalam sosial keagamaan. Diantara langkah-langkah analisis
data yang digunakan oleh penulis adalah menggambarkan data, mendiskripsikan
data, dan mengambil kesimpulan
Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh penulis dapat disampaikan disini
bahwasannya keberadaan santri di pondok pesantren Manba ul Ulum dapat berperan
serta terhadap sosial keagamaan masyarakat di dusun Sukorembug Sidomulyo Batu.
Hal ini terlihat dari upaya yang dilakukan oleh santri pondok pesantren Manba ul
Ulum yang berpegang teguh pada visi dan misi didirikannya pondok pesantren
Manba ul Ulum yang ketiga yaitu berdakwah memberikan pengajian-pengajian
kepada masyarakat ketika ada kegiatan pengajian atau jama ah yang didirikan oleh
masyarakat itu sendiri, atau juga melakukan dakwah dengan cara memberikan bukubuku
bhashil masail yang berisi tentang hukum-hukum fiqih kepada masyarakat
sekitar dengan harapan dapat mengetahui tentang hukum-hukum Islam lebih banyak.
Selain itu interaksi yang terjadi antara santri dengan masyarakat juga terjalin dengan
baik yang dibuktikan dengan keikutsertaan santri pondok dalam kegiatan-kegiatan
sosial yang ada di sekitar masyarakat, sekaligus diantara keduanya, menunjukkan
adanya hubungan yang saling membutuhkan. Mengenai tingakat pendidikan santri di
pondok pesantren Manba ul Ulum ini paling banyak adalah lulusan dari SMP. Akan
tetapi dari pihak pondok pesantren Manba ul Ulum mengikutkan program kejar
paket untuk menyetarakan tingkat pendidikan bagi santrei yang hanya lulusan SD.
Dengan demikian santri di pondok pesantren Manba ul Ulum semua
santrinya adalah minimal lulusan SMP, karena sudah di ikut sertakan program paket
B. selain itu keberadaan santri di pondok pesantren Manba ul Ulum di dusun
Sukorembug Sidomulyo Batu sampai saat ini masih eksis mengikuti kegiatankegiatan
sosial yang diadakan oleh masyarakat. Melalui peran santri memberikan
pengajian kepada para jama ah juga dirasakan sangat membantu untuk mengetahui
lebih bnyak lagi tentang keagamaan
mempunyai tujuan untuk membentuk seorang Mukmin Muslim yang senantiasa taat
dalam melaksanakan perintah agama serta menguasai ilmu tentang tata cara dalam
melaksanakan perintah agama tersebut. Hal ini adalah sebagai perwujudan dalam
upaya menyempurnakan fitrah manusia sebagai hamba Allah SWT di bumi-Nya.
Pondok Pesantren juga berusaha untuk mencetak para peserta didiknya
menjadi insan yang mandiri, yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat dan
kelompoknya, dimanapun dia berada, dan disektor apapun dia berkarya dan bekerja.
Hal ini juga berkaitan dengan tugasnya sebagai pelaksana dan pencipta kemakmuran
di bumi Allah, yang senantiasa membuat kebaikan dan kemanfaatan bagi ummat dan
lingkungan disekitarnya.
Kehidupan pondok pesantren memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dapat
diperoleh ditempat pendidikan lain. Hal ini disebabkan karena pesantren lebih
mengutamakan pengkajian terhadap ilmu keagamaan. Disamping itu, dalam pondok
pesantren para santrinya dilatih untuk hidup mandiri tanpa bantuan orang lain. Untuk
model kehidupan sosial di lingkungan pondok pesantren akan terlihat pada rasa
kesamaan dan persaudaraan mereka yang muncul dalam suasana hidup
kesederhanaan. Dengan penuh keimanan dan ketakwaannya kepada sang kyai,
rasanya mereka sudah mendapat ketenangan. Mereka menganggap bahwa kyai
adalah satu-satunya orang yang perlu dicontoh dalam berbagai tingkah lakunya, baik
keimanan maupun mengenai cara hidupnya yang penuh kekeluargaan.
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
sebenarnya pola hidup santri di pondok pesantren Manba ul Ulum yang meliputi
bagaimana tingkat pendidikan santri, bagaimana interaksi santri dengan masyarakat
luar pondok pesantren, dan bagaimana peran santri dalam sosial keagamaan di dusun
Sukorembug Sidomulyo Batu.
Penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah termasuk dalam penelitian
deskriptif kualitatif. Dalam prosedur pengumpulan data, penulis menggunakan
metode observasi, interview/wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk
analisisnya, secara umum penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif,
yakni berupa data yang sudah tertulis atau dari perkataan orang dan kegiatan yang
diamati, sehingga dalam hal ini penulis berupaya mengadakan penelitian yang
bersifat menggambarkan secara menyeluruh tentang keadaan sebenarnya yang ada
di lapangan mengenai pola kehidupan santri di pondok pesantren Manba ul Ulum
sekaligus peranannya dalam sosial keagamaan. Diantara langkah-langkah analisis
data yang digunakan oleh penulis adalah menggambarkan data, mendiskripsikan
data, dan mengambil kesimpulan
Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh penulis dapat disampaikan disini
bahwasannya keberadaan santri di pondok pesantren Manba ul Ulum dapat berperan
serta terhadap sosial keagamaan masyarakat di dusun Sukorembug Sidomulyo Batu.
Hal ini terlihat dari upaya yang dilakukan oleh santri pondok pesantren Manba ul
Ulum yang berpegang teguh pada visi dan misi didirikannya pondok pesantren
Manba ul Ulum yang ketiga yaitu berdakwah memberikan pengajian-pengajian
kepada masyarakat ketika ada kegiatan pengajian atau jama ah yang didirikan oleh
masyarakat itu sendiri, atau juga melakukan dakwah dengan cara memberikan bukubuku
bhashil masail yang berisi tentang hukum-hukum fiqih kepada masyarakat
sekitar dengan harapan dapat mengetahui tentang hukum-hukum Islam lebih banyak.
Selain itu interaksi yang terjadi antara santri dengan masyarakat juga terjalin dengan
baik yang dibuktikan dengan keikutsertaan santri pondok dalam kegiatan-kegiatan
sosial yang ada di sekitar masyarakat, sekaligus diantara keduanya, menunjukkan
adanya hubungan yang saling membutuhkan. Mengenai tingakat pendidikan santri di
pondok pesantren Manba ul Ulum ini paling banyak adalah lulusan dari SMP. Akan
tetapi dari pihak pondok pesantren Manba ul Ulum mengikutkan program kejar
paket untuk menyetarakan tingkat pendidikan bagi santrei yang hanya lulusan SD.
Dengan demikian santri di pondok pesantren Manba ul Ulum semua
santrinya adalah minimal lulusan SMP, karena sudah di ikut sertakan program paket
B. selain itu keberadaan santri di pondok pesantren Manba ul Ulum di dusun
Sukorembug Sidomulyo Batu sampai saat ini masih eksis mengikuti kegiatankegiatan
sosial yang diadakan oleh masyarakat. Melalui peran santri memberikan
pengajian kepada para jama ah juga dirasakan sangat membantu untuk mengetahui
lebih bnyak lagi tentang keagamaan
Label:
Skripsi Tarbiyah
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar