Home » Tesis Administrasi & Kebijakan Kesehatan » Hubungan Perilaku Masyarakat Dalam Mengelola Air Minum Dengan Kasus Diare Di Kecamatan
Hubungan Perilaku Masyarakat Dalam Mengelola Air Minum Dengan Kasus Diare Di Kecamatan
Diposting oleh Unknown on Sabtu, 19 April 2014
Penyakit diare sampai saat ini masih sering menimbulkan KLB (kejadian luar biasa) dengan jumlah penderita yang banyak dalam waktu yang singkat. Di wilayah kerja Puskesmas Celala Kabupaten Aceh Tengah pada bulan Agustus 2006 ditemukan 46 kasus diare dan 1 kasus di antaranya menyebabkan kematian. Berdasarkan laporan penyelidikan epidemiologi terhadap kasus tersebut diketahui bahwa penderita sebelumnya mengonsumsi air tidak dimasak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara perilaku masyarakat dalam mengelola air minum dengan kasus diare di Kecamatan Celala Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2008. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan Case-Control Study. Populasi dalam penelitian adalah seluruh pasien yang mengalami diare di wilayah kerja puskesmas Kecamatan Celala bulan Januari, Pebruari, Maret, dan April. Perhitungan besar sampel ditetapkan dengan menggunakan rumus studi kasus kontrol berpasangan dengan jumlah sampel sebanyak 70. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, informasi, dukungan petugas, dukungan keluarga, serta pengolahan air dengan kejadian diare (Sig.<0,05). Variabel sikap merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian diare (B= 2,628). Perlu adanya peningkatan promosi kesehatan oleh pemerintah daerah melalui petugas kesehatan pada masyarakat Celala tentang peningkatan kualitas hidup melalui perilaku hidup sehat khususnya dalam memasak air minum sebelum diminum. Perlu adanya pendekatan tokoh agama (TOGA) dan tokoh masyarakat (TOMA) untuk ikut serta mengkampanyekan pentingnya memasak air minum sebelum dikonsumsi.
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar