Home » Tesis Administrasi & Kebijakan Kesehatan » Pengaruh Karakteristik Remaja, Genetik, Pendapatan Keluarga, Pendidikan Ibu, Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Obesitas Di SMU
Pengaruh Karakteristik Remaja, Genetik, Pendapatan Keluarga, Pendidikan Ibu, Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Obesitas Di SMU
Diposting oleh Unknown on Sabtu, 19 April 2014
Prevalensi obesitas di Indonesia mengalami peningkatan mencapai tingkat yang membahayakan. Berdasarkan data SUSENAS tahun 2004 prevalensi obesitas pada anak telah mencapai 11%. Hasil penelitian Simatupang pada murid SD di Medan tahun 2007, menunjukkan bahwa prevalensi obesitas mencapai 25,65% pada laki-laki dan 19,50% pada perempuan. Obesitas pada masa anak dan remaja cenderung berlanjut hingga dewasa dan lanjut usia. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik remaja, genetik, pendapatan keluarga, pendidikan ibu, pola makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian obesitas di SMU RK Tri Sakti Medan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 468 orang dengan sampel sebanyak 96 orang yang dipilih secara random sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi obesitas cukup tinggi mencapai 10,4%. Hasil analisis multivariat menunjukkan adanya pengaruh pola makan berdasarkan jumlah asupan energi dan jenis makanan (p < 0,05) terhadap kejadian obesitas. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian obesitas adalah pola makan berdasarkan jenis makanan (? = - 3,178). Karakteristik remaja, genetik, pendapatan keluarga, pendidikan ibu, jumlah asupan protein dan aktivitas fisik tidak berpengaruh terhadap kejadian obesitas (p > 0,05). Disarankan kepada pihak-pihak terkait ( sekolah, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Medan) untuk melakukan upaya promotif - preventif terhadap kejadian obesitas secara terpadu. Remaja perlu memahami kejadian obesitas dan faktor-faktor yang mempengaruhinya agar dapat mencegah atau menanggulangi obesitas secara mandiri.
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar