Pengaruh Karakteristik Siswa Dan Sumber Informasi Terhadap Kecenderungan Melakukan Hubungan Seksual Pranikah Pada Siswa Sma Negeri Di

Diposting oleh Unknown on Kamis, 17 April 2014

Pengetahuan kesehatan reproduksi yang dianggap tabu dibicarakan mendorong pengetahuan remaja terhadap seksual menjadi besar. Seiring dengan arus globalisasi, informasi dan teknologi yang terus berjalan, menjadi perubahan besar pada norma seks terutama pada remaja. Kehamilan tak diinginkan, aborsi illegal dan tak aman, peningkatan kasus infeksi penyakit menular sesual termasuk HIV/AIDS, merupakan masalah kesehatan reproduksi remaja di Indonesia. Dari hasil penjajakan dalam program muda berdaya yang dilakukan oleh Yayasan Kita (2005), remaja Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam cenderung terlibat lebih jauh dalam perilaku seksual yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik siswa (jenis kelamin, tempat tinggal, teman intim), sumber informasi (peran orang tua, peran teman sebaya, peran media) terhadap kecenderungan melakukan hubungan seksual pranikah pada siswa SMA di Banda Aceh. Jenis penelitian yaitu survey dengan rancangan cross sectional study. Jumlah populasi 7997 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 208 siswa . Data dianalisis secara univariat, bivariat (uji Chi-square), dan multivariat (uji regresi logistik) pada taraf kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian menggunakan uji regresi logistik menunjukkan variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap kecenderungan melakukan hubungan seksual pranikah adalah : teman intim (P= 0,0001) peran teman sebaya (p =0,018) peran media (p=0,0001) dan pengetahuan (p= 0,001). Dari variabel-variabel yang berpengaruh yang paling dominan mempengaruhi kecenderungan melakukan hubungan seks pranikah adalah teman intim dan peran media. Disarankan Kepada Dinas Pendidikan untuk meningkatkan kurikulum pendidikan agama mulai dari pendidikan dasar sampai tingkat menengah atas. Setiap sekolah mengadakan kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler seperti: olah raga, pengajian, karya tulis ilmiah dan lain-lain, supaya siswa dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, sehingga tidak teringat dengan hal-hal negatif dan pornografi. Remaja dituntut mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermamfaat seperti: pengajian, olah raga dan kesenian, pergaulan yang negatif dihindarkan.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar