Kondisi Kecerdasan Spiritual dan Ketentraman Jiwa Siswa MTs

Diposting oleh Unknown on Selasa, 18 Februari 2014

Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimanakah kondisi kecerdasan spiritual dan ketentraman jiwa siswa MTs Manbaul Huda Tunjungrejo Margoyoso Pati? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi kecerdasan spiritual dan ketentraman jiwa siswa MTs Manbaul Huda Tunjungrejo Margoyoso Pati. Penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan penulis dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, meskipun berangkat dari data lapangan dan angket dengan melibatkan 50 siswa dari kelas 7 dan kelas 8; akan tetapi tidak menggunakan dan mengedepankan salah satu rumus statistik yang ada sebagai tujuan akhir penelitian ini. Metode pengumpulan data yaitu dengan observasi, angket, dan wawancara. Penulis menggunakan metode analisis induktif, yaitu suatu pengambilan keputusan dengan menggunakan pola pikir yang berangkat dari fakta-fakta yang sifatnya khusus kemudian digeneralisasikan kepada hal-hal yang bersifat umum untuk menarik kesimpulan. 

Hasil penelitian ini diketahui bahwa: Kondisi kecerdasan spiritual dan ketentraman jiwa siswa di MTs Manbaul Huda Tunjungrejo Margoyoso Pati dalam kondisi baik, terbukti dengan terdapat beberapa kategori kondisi kecerdasan spiritual siswa: berpandangan luas, gagasan segar, memiliki pemahaman tujuan hidup, moralitas tinggi, memiliki minat yang keras, kesadaran diri, berpandangan efisien tentang realitas, berpendapat kokoh, memiliki intuisi kuat, cenderung gembira, rasa humor dewasa. Kondisi ketentraman jiwa siswa memiliki kondisi dengan kategori: beriman, disiplin diri, tegas, penuh pengharapan, mempunyai ketetapan hati, suka kebersihan, obyektif, bersemangat, murah hati, menebar cinta, menjaga kehormatan, loyal, jujur, tanggungjawab, lembut, kasih sayang, memiliki idealisme, percaya diri, kreatif, bisa mempertimbangkan, bijaksana, menjunjung kepercayaan, fleksibel, berjiwa memaafkan, toleran. Hal kunci yaitu: Cinta, dipahami sebagai perasaan yang lebih menekankan pada kepekaan emosi dan sekaligus menjadi energy kehidupan. Doa; dalam ekspresinya diwujudkan dalam bentuk bacaan kalimat doa, shalat, dzikir, meditasi, dan seterusnya yang biasa dilakukan oleh para siswa. Virtues (Kebajikan); kebajikan dapat membawa seseorang dalam kebahagiaan hidup serta ketentraman jiwa. Ketentraman jiwa dalam eksistensi diri adalah dengan ditampilkannya rasa semangat belajar sebagai wujud dari rasa perasaan jiwa yang tenang dan fokus dengan harapan akan mendapatkan ilmu-ilmu baru dalam pelajaran di sekolah, dengan dorongan mengingat dan selalu ingat akan kedekatannya pada Allah adalah esensi dzikir pada Allah sebagai tingkatan kecerdasan spiritual hingga pada ketentraman jiwa sebagai aktor pelajar.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar