Pergeseran hubungan konjungtif dan dampaknya terhadap kualitas terjemahan dalam novel bergenre naratif ‘The Vampire Diaries: The Awakening’ (sebuah kajian terjemahan dengan pendekatan linguistik sistemik fungsional)

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 29 Maret 2014

Penelitian ini terfokus pada terjemahan hubungan konjungtif pada teks naratif dalam novel yang berjudul The Vampire Diaries: The Awakening karya L.J. Smith yang diterjemahkan oleh Salsabila Sakinah. Tujuan penelitian ini adalah: (a) menentukan jenis dan makna hubungan konjungtif dalam novel TVD dan terjemahannya, (b) mengetahui sejauh mana terjemahan hubungan konjungtif berpengaruh terhadap hubungan logis dalam novel TVD berdasarakan penilaian tingkat keakuratan dan keberterimaan, dan (c) mengetahui sejauh mana terjemahan hubungan konjungtif berpengaruh terhadap struktur naratif dalam novel TVD. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Terdapat 154 jumlah data dalam penelitian ini. Data tersebut adalah klausa atau kelompok klausa yang mengandung unsur hubungan konjungtif dan mengalami pergeseran dalam terjemahannya. Data hubungan konjungtif tersebut diklasifikasikan berdasarkan jenis; yakni konjungsi, metafora logika, dan kontinuatif, fungsi; eksternal dan internal, dan makna; penambahan, pembandingan, waktu, dan konsekuesi. Data tersebut kemudian disusun menjadi kuesioner untuk dinilai keakuratan dan keberterimaannya. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (a) Jenis hubungan konjungtif diwujudkan dalam enam bentuk, yaitu konjungsi eksternal 44,8%, konjungsi internal 16,8%, metafora logika sebagai sirkumstan 5%, metafora logika sebagai proses 5%, kontinuatif 3,2%, metafora logika sebagai partisipan 1,2% dan implisit 23%. Sementara dalam hal makna ditemukan empat makna, yakni makna waktu 35%, makna penambahan 34,4%, makna pembandingan 17,5% dan makna konsekuensi 13%, (b) terjemahan hubungan konjungtif berdampak pada hubungan logis Bsa, yakni dapat memperjelas dan menjadikan rancu pertautan logis antar klausa maupun kelompok klausa. Hal tersebut dilihat berdasarkan penilaian tingkat keakuratan dan keberterimaan terjemahan hubungan konjungtifnya. Dari 154 data, 63% data diterjemahkan dengan akurat, 20% data diterjemahkan dengan kurang akurat, dan 16,8% data diterjemahkan tidak akurat. Mengenai tingkat keberterimaan, 65% merupakan terjemahan berterima, 19,4% terjemahan kurang berterima, 15,5% terjemahan tidak berterima, (c) terjemahan hubungan konjungtif berpengaruh pada struktur teks naratif meskipun keseluruhan terjemahan hubungan konjugtif mempunyai nilai akurasi dan keberterimaan tinggi. Tahapan komplikasi merupakan tahapan yang paling banyak memiliki nilai akurasi sedang, rendah maupun nilai kurang berterima dan tidak berterima, sedangkan data hubungan konjungtif pada tahapan orientasi yang menunjukkan nilai kekurangakuratan, ketidakakuratan maupun kekurangberterimaan dan ketidakberterimaan cenderung menurun bila dibandingkan dengan tahapan komplikasi

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar