Home » Tesis Administrasi & Kebijakan Kesehatan » Analisis Biaya Satuan Pelayanan Di Unit Hemodialisis Rumah Sakit Umum Methodist
Analisis Biaya Satuan Pelayanan Di Unit Hemodialisis Rumah Sakit Umum Methodist
Diposting oleh Unknown on Kamis, 17 April 2014
Banyak faktor yang merupakan ukuran keberhasilan manajemen rumah sakit. Salah satu faktor tersebut adalah masalah pembiayaan yang harus diatur oleh manajemen rumah sakit sehingga terdapat keseimbangan antara pendapatan dan biaya. Dalam hal ini penentuan tarif yang rasional yang berdasarkan biaya satuan menjadi penting. Dalam perhitungan biaya satuan dapat diketahui berapa persen investasi gedung, mesin hemodialisis, peralatan medis lain, peralatan non medis, biaya bahan habis pakai/obat, honorarium supervisor medis, insentif perawat, berapa persen biaya pemeliharaan dan operasional dan lain-lain yang berguna untuk menentukan kebijakan tarif pelayanan hemodialisis apakah bersubsidi sebagai salah satu satu fungsi sosial rumah sakit atau mengambil profit yang besarnya sesuai dengan kebijakan manajemen. Tujuan penelitian ini adalah menghitung biaya satuan, komponen yang terkait dalam biaya satuan pelayanan Unit Hemodialisis RSU Methodist Medan serta membandingkannya dengan tarif yang berlaku saat ini. Objek penelitian adalah data rekam medik di Unit Hemodialisis, data keuangan yang berhubungan dengan pelayanan Unit Hemodialisis, data tentang peralatan, gedung serta unit lainnya dan data tentang unit penunjang yang terkait dengan Unit Hemodialisis periode Januari 2006 sampai Desember 2006. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan penerapan analisis biaya dengan menggunakan metode distribusi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pentarifan Unit Hemodialisis RSU Methodist Medan dilakukan tidak mengacu kepada kaidah ekonomi kesehatan yang berlaku, khususnya tidak dilakukan dengan menggunakan metode analisis biaya satuan. Walaupun biaya satuan yang didapat lebih kecil dari tarif hemodialisis yang berlaku di rumah sakit, tetapi secara keseluruhan Unit Hemodialisis RSU Methodist Medan tidak dapat memenuhi total financial requirements atau defisit, karena kebijakan pemberian potongan harga kepada pasien-pasien kurang mampu sebagai wujud fungsi sosial rumah sakit yang berbasis keagamaan. Dengan perhitungan berbasis biaya yaitu biaya satuan yang didapat tarif hemodialisis yang berlaku sekarang masih memberikan profit. Margin profit untuk single use 15,57% dan reuse 2,58%. Untuk itu disarankan agar pihak manajemen RSU Methodist Medan dapat lebih selektif dalam memberikan potongan harga dengan menerapkan ketentuan dan kriteria yang lebih ketat, menentukan tarif pelayanan hemodialisis yang baru berdasarkan analisis biaya satuan terutama tarif hemodialisis reuse yang margin profitnya sangat sedikit, atau dengan tarif lama tetapi meningkatkan efisiensi pemakaian mesin hemodialisis.
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar