Pengaruh Karakteristik Individu Dan Organisasi Terhadap Kinerja Petugas P2P Dalam Program DBD Di Dinas Kesehatan Kota

Diposting oleh Unknown on Kamis, 17 April 2014

Pada tahun 2006 terjadi kejadian luar biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dengan Case Fatality Rate (CFR) sebesar 4,72%. Di Kota Lhokseumawe terdapat 250 kasus dengan CFR 2.4 % dan tahun 2007 terdapat 251 kasus dengan CFR 1,6 %. Pada tahun 2008 terjadi peningkatan jumlah penderita sebanyak 500 kasus dengan CFR 0,6 %. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh karakteristik individu (pendidikan, pelatihan dan masa kerja) dan karateristik organisasi (sumber daya, kepemimpinan dan imbalan) terhadap kinerja P2P program DBD di Kota Lhokseumawe tahun 2009. Jenis penelitian studi deskriptif analitik dengan disain cross sectional. Populasi adalah seluruh petugas P2P Program DBD dengan sampel seluruh populasi sebanyak 31 orang. Analisis data menggunakan uji regresi berganda pada  = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik variabel karakteristik individu (pendidikan dan pelatihan) serta karakteristik organisasi (kepemimpinan dan imbalan) berpengaruh terhadap kinerja petugas P2P program DBD di Kota Lhokseumawe (p < 0,05). Besarnya pengaruh variabel bebas secara serentak adalah 36,2 %. Variabel imbalan paling dominan memiliki pengaruh terhadap kinerja petugas P2P program DBD di Kota Lhokseumawe dengan koefisien β = 0,559. Disarankan kepada kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe supaya meningkatkan upaya pembinaan dan peningkatan pengetahuan petugas P2P DBD melalui bimbingan teknis dan pelatihan serta melakukan evaluasi penilaian kinerja petugas puskesmas. Pada pemerintah Kota Lhokseumawe perlu kebijakan penyetaraan pemberian insentif atau kesejahteraan kepada petugas P2P DBD

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar