Home » Tesis Administrasi & Kebijakan Kesehatan » Pengaruh Perilaku Penderita Tb Paru Dan Kondisi Rumah Terhadap Pencegahan Potensi Penularan Tb Paru Pada Keluarga Di Kabupaten
Pengaruh Perilaku Penderita Tb Paru Dan Kondisi Rumah Terhadap Pencegahan Potensi Penularan Tb Paru Pada Keluarga Di Kabupaten
Diposting oleh Unknown on Sabtu, 19 April 2014
TB Paru merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia. Dan Banyak menyerang kelompok usia produktif. WHO (World Health Organization) tahun 1995, memperkirakan insiden TB Paru setiap tahun sebanyak 583.000 kasus dengan angka mortality sekitar 140.000 kasus. Penyakit TB Paru di Indonesia diperkirakan setiap tahun 450.000 kasus TB Paru baru. Kasus TB Paru di Sumatera Utara tahun 2004 ditemukan 12.145 kasus BTA (+) dan di Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2005 ditemukan sebanyak 5.303 kasus. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh perilaku penderita dan keluarga serta kondisi rumah dalam upaya pencegahan penularan TB Paru di Kabupaten Tapanuli Utara. Jenis penelitian bersifat analitik dengan rancangan case control. Sampel dalam penelitian adalah penderita TB Paru di Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2008 dengan kriteria kasus adalah penderita TB Paru sebanyak 100 orang dan kriteria kontrol adalah kelompok masyarakat yang tidak menderita TB Paru di Kabupaten Tapanuli Utara sebanyak 100 orang. Data diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian berdasarkan uji bivariat menunjukkan ada 8 (delapan) variabel yang memiliki hubungan secara signifikan yaitu sikap (p=0,000), kepadatan hunian (p=0,000), ventilasi (p=0,000), pencahayaan (p=0,000), pendidikan (p=0,000), pengetahuan (p=0,000), pembinaan petugas (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,000) dengan potensi penularan TB Paru. Variabel yang tidak memiliki hubungan signifikan adalah lantai rumah (p=0,128). Hasil uji multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik ditemukan bahwa faktor yang paling besar memberikan pengaruh terhadap potensi penularan TB Paru adalah pendidikan (Nilai B=1,819). Pengaruh variable Independen berdasarkan uji regresi logistik terhadap potensi Penularan TB Paru diprediksikan sebesar 67,1%. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara untuk meningkatan program pencegahan melalui berbagai macam cara promosi kesehatan, advokasi ke stake holder, peningkatan kerja sama lintas sektoral yang lebih kompherensif dan adekuat, meningkatkan peran petugas dalam melaksanakan strategi DOTS, memberdayakan masyarakat, meningkatkan kemitraan, dan kepada pemerintah daerah diharapkan lebih memperhatikan sumber daya manusia, penyediaan peralatan dan perbekalan dalam pencegahan penularan TB Paru.
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar