Keprihatinan terhadap dekadensi moral ibarat sebilah pisau bermata dua.
Jika mencari akar masalah pada orang lain (baca: Pendididkan atau
lingkungan) pada hakikatnya akar masalah itu bermula dari diri sendiri
(baca: pribadi guru dan orang tua), sehingga menyalahkan orang lain
berarti pula menyalahkan diri sendiri. Untuk itu perlu dicarikan solusi
dan aksi pendidikan arah yang tepat. Penelitian mengenai Pola Pembinaan
Religiusitas Perilaku Siswa di SMAN I Mangarabombang, dilakukan berpijak
dari keprihatinan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan
pendekatan Penomenologis. Sedangkan tempat penelitian yang dipilih
adalah SMAN I Mangarabombang yang fokus masalah adalah, 1)
religiusitas perilaku siswa di SMA Negeri I Mangarabombang Kabupaten
Takalar, 2) implementasi pola pembinaan religiusitas perilaku siswa di
SMA Negeri I Mangarabombang Kabupaten Takalar, 3) efektifitas pola
pembinaan religiusitas perilaku siswa di SMA Negeri I Mangarabombang
Kabupaten Takalar, 4) faktor pendukung dan penghambat pola pembinaan
perilaku siswa di SMA Negeri I Mangarabombang Kabupaten Takalar, dan 5)
model pola pembinaan religiusitas perilaku siswa.
Hasil penelitian menunjukkan adanya komitmen kuat dari warga SMAN I
Mangarabombang dalam upaya pembinaan religiusitas perilaku siswa di
sekolah tidak berhenti pada wilayah konsep (pengetahuan) tentang
religiusitas perilaku siswa, tetapi ada upaya internalisasi, pembiasaan,
keteladanan, dan pembinaan berkesinambungan.
Implementasi pola pembinaan religiusitas perilaku siswa di sekolah
dilakukan dengan dua cara (strategi), yaitu: 1) Instructive sequential
strategy, dan 2)Constructive sequential strategy. Pertama, implementasi
pembinaan religiusitas perilaku siswa di sekolah menekankan pada aspek
struktural yang bersifat instruktif, sementara strategi kedua adalah
implementasi pembinaan religiusitas perilaku siswa di sekolah lebih
menekankan pada pentingnya membangun kesadaran diri (self awareness),
sehingga diharapkan akan tercipta sikap, perilaku dan kebiasaan religius
yang pada akhirnya akan membentuk religiusitas perilaku siswa di
sekolah.
Dukungan warga sekolah terhadap upaya pembinaan religiusitas perilaku
siswa di sekolah berupa: komitmen pimpinan dan guru agama, komitmen
siswa, komitmen orang tua/komite sekolah, dan komitmen guru lain.
Komitmen dan kerja sama secara sinergis di antara warga sekolah dan
dukungan orangtua menjadi kunci keberhasilan dalam pembinaan
religiusitas perilaku siswa di sekolah.
Hasil penelitian ini menunjukkan masih diperlukan adanya komitmen dan
dukungan dari warga sekolah agar pembinaan religiusitas perilaku siswa
di sekolah tersebut dapat berjalan secara efektif.
Home » Tesis Pendidikan Agama Islam » POLA PEMBINAAN RELIGIUSITAS PERILAKU SISWA (Studi Kasus di SMA
POLA PEMBINAAN RELIGIUSITAS PERILAKU SISWA (Studi Kasus di SMA
Diposting oleh Unknown on Jumat, 25 April 2014
Label:
Tesis Pendidikan Agama Islam
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar