Download Tesis Pendidikan Agama Islam AYAT-AYAT ISLAH/ DALAM PERSPEKTIF MANAJEMEN KONFLIK (Studi Ayat-ayat Islah/dalam al-Tafskal-MunkKarya Wahbah al-Zuh|ayli)

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 22 November 2014


Al-Quran adalah firman Allah yang tidak perlu diragukan lagi kebenarannya, karena seluruh petunjuk yang diinformasikannya pasti benar. Hal itu juga diperkuat didukung fakta bahwa tidak ada kerancuan dan pertentangan sedikitpun di dalamnya, dari segi teks dan kandungan maknanya. Al-Quran juga menegaskan bahwa dirinya diturunkan Allah sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Ajaran-ajarannya tidak hanya berisi tentang akidah dan ibadah, tetapi juga berisi nilai-nilai luhur yang berintikan kemaslahatan dan anti kerusakan. Hal ini yang menjadikan al-Qur'an sebagai rahmat bagi seluruh alam. Oleh karena itu, sudah seharusnya jika umat Islam menjadikan al-Qur'an sebagai pegangan hidup yang dapat memberikan solusi atas berbagai problem sosial yang sedang dialaminya.
Dalam interaksi sosial, konflik sering kali muncul dan sulit untuk dihindari. Hal tersebut timbul karena adanya conflict interest (konflik kepentingan) antara individu dalam masyarkat. Bahayanya yaitu dampak yang timbul dari konflik itu memang luar biasa buruknya, mempengaruhi bahkan menghancurkan berbagai sendi-sendi kehidupan masyarakat. Untuk mencegah dampak buruk tersebut, maka al-Qur'an memerintahkan kepada pihak-pihak yang berkonflik secara langsung atau tidak, supaya mengadakan islah
Menurut al-Qur'an, islah terambil dari kata aslaha-yusliha-islahan yang berarti perbaikan atau perdamaian. Wahbah al-Zuh|aylii menambahkan bahwa islah tidak hanya terbatas menyangkut masalah relasi sosial antar individu dalam masyarakat saja, tetapi menyangkut berbagai hal secara luas. Seperti: masalah akidah, akhlak, budaya, pembangunan, undang-undang dan lainnya. Lebih jauh lagi, Ibnu Jarir al-T|abarii menggaris bawahi bahwa islahitu hanya boleh dilakukan menyangkut hal diperbolehkan oleh Allah.
Mengadakan is}laih terhadap pihak-pihak yang bertikai itu tidak mudah, faktanya memang lebih mudah mengatakannya dari pada melakukannya. Karena itu, pihak yang mengadakan islah harus menguasai manajeman konflik, yaitu mencakup pemahaman masalah, pemilihan strategi dan penentuan sasaran yang dituju. Dalam hal ini, penulis menggalinya dari uraian ayat-ayat al-Qur'an melalui pendekatan mawdU i (tematik). Hasilnya, ditemukan 31 ayat al-Qur'an yang menguraikan masalah islah. Intinya, al-Qur'an menghendaki ditegakkanya prinsip-prinsip keadilan dalam mengadakan perdamaian dan ada tahapan-tahapan yang sepatutnya diambil untuk menyelesaikan sebuah perselisihan. Pertama, self regulation yaitu upaya islahdilakukan sendiri pihak-pihak yang berkonflik secara langsung tanpa campur tangan pihak lain. Kedua, third party intervention yaitu meminta campur tangan pihak ketiga (pihak lain yang tidak ikut berkonflik) untuk menyelesaikan konflik. Pihak ketiga ini dalam term al-Qur'an disebut dengan hakam.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar