Download Tesis Pendidikan Agama Islam : Pendidikan Islam Menurut Pemikiran Muhammad Natsir

Diposting oleh Unknown on Kamis, 20 November 2014


Pendidikan Islam telah diyakini sebagai satu-satunya pendidikan yang mampu mencetak anak didik berbudi pekerti yang baik, bertakwa dan beriman kepada Allah SWT. Namun, dalam kenyataannya, kenyakinan tersebut seringkali tidak sesuai dengan fakta dan realita. Alumni pendidikan Islam, prilakunya seringkali tidak mencerminkan prilaku yang islami.
Berpijak dari latar belakang di atas, maka permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana pemikiran Muhammad Natsir terhadap pendidikan Islamdi Indonesia.
Penelitian yang penulis lakukan ini adalah termasuk dalam penelitian library research dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif-analisis-kritis. Dan agar hasil penelitian berjalan dengan baik, maka dalam pengumpulan datanya, penulis menggunakan metode dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisisnya, penulis menggunakan teknik analisis isi (content analysis).
Dari hasil lacakan pemikiran Muhammad Natsir dapat disimpulkan bahwa tokoh pemikir ini menentang keras terhadap praktek pendikotomian dalam pendidikan hususnya pendikotomian materi pendidikannya. Bagi Muhammad Natsir, pendikotomian dalam pendidikan bukannya menjadikan pendidikan semakin maju, melainkan hal itu akan menambah problematika dalam pendidikan itu sendiri. Selain itu pula, pendikotomian bukan jalan yang pas untuk mencetak anak yang sempurna. Pasalnya, pendikotomian dalam pendidikan tidak menghasilkan ilmu yang sempurna. Untuk mendapatkan ilmu yang sempurna itulah, Muhammad Natsir memunculkan gagasan pendidikan yang integral, harmanis dan universal. Pendidikan yang dimaksudkan disini adalah pendidikan yang mengkolaborasikan adanya materi agama dan materi umum. Dengan perpaduan ilmu seperti itu, anak didik akan mendapatkan ilmu yang berimbang. Dalam pemikiran Muhammad Natsir pula disimpulkan bahwa materi pokok yang harus ditanamkan terhadap anak didik adalah materi ilahiyah dan bahasa. Materi ilahiyah (Tauhid) bertujuan untuk mengenal Tuhan, sementara, materi bahasa disiapkan untuk mengembangkan wawasan intelektual.
Dari hasil lacakan peneliti, diharapkan pemikiran almarhum Muhammad Natsir bisa berguna dan bermanfaat untuk pendidikan masa kini utamanya pendidikan Islam.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar