Download Tesis Pendidikan Agama Islam Konsep Pendidikan Fikih Ibnu Rushd Tela'ah Kitab Bidayat al-MujtahidwaNihayat al-Muqtasid

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 22 November 2014


Ibnu Rushd terkenal sebagai tokoh filsafat yang paling menonjol pada periode perkembangan filsafat (700-1200 M.). Di dunia Barat, dia dikenal dengan nama Averoes. Kebesaran dan kejeniusan Ibnu Rushd tampak pada karya-karyanya. Dalam berbagai karyanya, ia selalu membagi pembahasannya ke dalam tiga bentuk, yaitu komentar, kritik, dan pendapat. Ia seorang komentator sekaligus seorang kritikus ulung. Ulasannya terhadap karya-karya filsuf besar terdahulu banyak sekali, antara lain ulasannya terhadap karya-karya Aristoteles. Dalam ulasan itu, ia tidak semata-mata memberi komentar terhadap pendapat Aristoteles, melainkan juga menambahkan pandangan-pandangan filosofisnya sendiri, sesuatu hal yang belum pernah dilakukan oleh filsuf semasanya maupun sebelumnya. Kritik dan komentarnya terhadap karya-karya Aristoteles itulah yang mengantarkannya menjadi terkenal di Eropa. Ulasan-ulasannya terhadap filsafat Aristoteles berpengaruh besar pada kalangan ilmuwan Eropa, sehingga muncul di sana suatu aliran yang dinisbatkan kepada namanya, yaitu Averroisme. Selain itu, Ibnu Rushd juga banyak mengomentari karya-karya filsuf muslim pendahulunya, seperti al-Farabi, Ibnu Slna, Ibnu Bajjah dan al-Ghazzali.
Membahas pemikiran Ibnu Rushd di bidang filsafat tentu sudah biasa, tetapi mencermati pemikiran tokoh ini di bidang pendidikan, khususnya fikih, tentu menarik. Oleh karena itu, penulis berusaha meneliti konsep pemikiran Ibnu Rushd di bidang pendidikan, khususnya fikih, dengan pendekatan kualitatif dan metode library research atau penelitian pustaka. Kemudian dalam pemaparan data, penulis menggunakan metode deskriptif, dan dalam menganalisis dan menginterpretasi data, penulis menggunakan metode content analysist atau analisis isi.
Studi pustaka dengan fokus pemikiran Ibnu Rushd ini menghasilkan kesimpulan bahwa ternyata selain berbicara masalah filsafat dan teologi, Ibnu Rushd juga berbicara tentang pendidikan, khususnya pendidikan fikih. Pemikiran Ibnu Rushd tentang pendidikan fikih bisa ditemukan dengan mendalami pemikiran filsafatnya tentang dua bagian keilmuan, yakni metode konsep (tasawwur) dan pembuktian (tasdiq). Metode tasdiq mengklasifikasi manusia, sesuai kemampuan berfikirnya, ke dalam tiga golongan, yaitu ahl al-khitab, ahl al-jadal, dan ahl al-burhan. Klasifikasi tersebut menyebabkan metode penyampaian materi pendidikan fikih pun berbeda, disesuaikan dengan kemampuan berfikir manusia yang dalam pembahasan fikih terbagi menjadi tiga golongan, yaitu awam, muqtasid, dan mujtahid. Seyogyanya awam dan muqtasid berupaya naik ke tingkatan di atasnya, dan mujtahid hendaknya terus berkarya..

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar