Download Tesis Pendidikan Agama Islam : UTILITY DALAM PREFERENSI KONSUMEN (Analisis Masjah/ah Pemikiran Al-Ghazali dan Relevansinya terhadap Ekonomi Kontemporer)

Diposting oleh Unknown on Kamis, 20 November 2014


Dalam menjalani hidup, manusia akan terus dihadapkan pada masalah pilihan. Kesimpulan ini berlaku pada seluruh wilayah kehidupan, tanpa terkecuali. Dan penentuan terhadap pilihan tersebut jelas akan mengarah pada hal-hal yang membawa pada kemaslahatan. Sebagai manusia berakal, pertimbangan-pertimbangan rasional akan banyak memberikan pengaruh tersendiri di dalamnya.
Teori pilihan (theory of choice) dalam ilmu ekonomi dimulai dengan menjelaskan preferensi (pilihan) seseorang. Preferensi ini meliputi pilihan dari yang sederhana sampai yang paling kompleks untuk menunjukkan bagaimana seseorang dapat merasakan atau menikmati segala sesuatu yang ia lakukan. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah faktor keseimbangan antara kebutuhan, preferensi dan ketersediaan sumber daya yang dimiliki. Salah satu model preferensi individu adalah konsep utilitas (utility).
Dalam ekonomi konvensional, konsumen diasumsikan selalu bertujuan untuk memperoleh kepuasan (utility) dalam kegiatan konsumsinya. Sehingga, motif memperoleh kepuasan itu membawa pada perbedaan keputusan pengalokasian sumber daya. Hal itu semua akibat dari tingkat kebutuhan seseorang yang berbeda. Sedangkan dalam perspektif Islam, kebutuhan ditentukan oleh konsep maslahhah yang disesuaikan dengan maqasjid al-Shari'ah. Asumsi ini berangkat dari realitas bahwa pembahasan konsep kebutuhan dalam Islam tidak dapat dipisahkan dari kajian perilaku konsumen dari kerangka maqasid al-Shari'ah.
Penelitian ini mengambil objek gagasan atau pemikiran tentang utilitylmaslahhah dari al-Ghazalii Dalam menggambarkan objek kajian penelitian ini lebih banyak mengungkapkan gagasan atau ide-ide tentang konsep maslahhah al-Ghazalii dan sekaligus mengkaitkan latar belakang kehidupan tokoh, dimana setting sosial pada masanya sangat berpengaruh dalam perilaku maupun pemikiran al-Ghazalii dalam konsep maslahhah konsumsi.
Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis adalah pendekatan sejarah (historical approach). Dengan pendekatan ini tinjauan kesejarahan merupakan mula-mula yang dibahas, sebab dari biografi itulah akan dapat dilacak bagaimana terbentuknya pola pemikiran tersebut. Sedangkan metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode Hermeneutik. Oleh karenanya untuk memahami dan menafsirkan teks yang berupa data diambil dari sumber pustaka yang berupa kitab-kitab dan dalam bentuk lain yang dikarang oleh al-Ghazalii. Selain itu, bahwa metode ini juga diharapkan ada aktivitas merekonstruksi dan mereproduksi makna yang terkandung dalam teks yang berupa data.
Dengan model pembahasan demikian dapat disimpulkan, keduanya (utility dan maslahhah) memiliki beberapa perbedaan. Sebab keduanya berangkat dari sumber dan motif yang belum tentu sama. Tetapi, hal itu bukan berarti tidak memiliki persamaan di antara keduanya. Di antara yang bisa dilihat persamaannya adalah bahwa pemikiran ekonomi al-Ghazailii selalu mengedepankan kesejahteraan (maslahhah). Dan ilmu ekonomi konvensional juga memprioritaskan visi kesejahteraan (well-beingg. Manusia menginginkan kebahagiaan dan kesejahteraan dalam hidupnya, dan untuk inilah ia berjuang dengan segala cara untuk mencapainya.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar