Home » Tesis Pendidikan Agama Islam » Download Tesis Pendidikan Agama Islam : BISNIS UNDIAN SMS BERHADIAH DALAM PERSPEKTIF FATWA MUI DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
Download Tesis Pendidikan Agama Islam : BISNIS UNDIAN SMS BERHADIAH DALAM PERSPEKTIF FATWA MUI DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
Diposting oleh Unknown on Kamis, 20 November 2014
Maraknya
layanan berbasis undian SMS saat ini telah merisaukan berbagai kalangan
masyarakat. Pasalnya, layanan ini dianggap membodohi masyarakat dan menjadi
ajang perjudian. Bayangkan, jika satu SMS sang penyelenggara memperoleh Rp.
2.000 dikalikan ribuan peserta kuis, sementara yang menang hanya mendapat satu
sampai lima juta rupiah. Adanya fenomena bisnis SMS berhadiah saat ini, MUI
(Majelis ulama Indonesia) yang dipandang sebagai lembaga yang mempunyai visi
dan misi amr ma
'ruf nah! munkar dari
pengaruh-pengaruh negatif kemudian diminta memberikan fatwa, demi kebaikan umat
Islam. Berangkat dari latar belakang itulah, penulis berusaha untuk
menyinambungkan antara Fatwa MUI dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999
tentang Perlindungan Konsumen, serta perangkat aturan hukum positif lainnya
yang berhubungan dengan permasalahan SMS berhadiah yang marak saat ini.
Jenis
penelitian dalam tesis ini adalah penelitian library research dan bersifat
deskriptif-analitik-komparatif, yaitu penelitian yang bertujuan memaparkan dan
selanjutnya menganalisa paradigma antara fatwa MUI dan Undang-undang Nomor 8
Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dalam problematika bisnis undian SMS
berhadiah. Kemudian dari hasil analisis tersebut dikomparasikan antara kedua
paradigma hukum tersebut untuk ditarik ke arah suatu kesimpulan.
Bisnis
undian SMS berhadiah dalam perspektif Fatwa MUI adalah haram, karena mengandung
unsur: maysir (judi), yaitu adanya unsur mengundi
nasib, dimana konsumen akan berharap-harap cemas memperoleh hadiah besar dengan
cara mudah; Tabzir atau menggunakan harta untuk sesuatu
yang tidak bermanfaat menurut ketentuan. Garar
atau adanya
ketidakpastian peserta untuk memperoleh hadiah dalam suatu kegiatan yang tidak
jelas (bersifat tipu daya) oleh produsen atau penyedia jasa melalui trik janji
pemberian hadiah atau bonus. Dharar
atau membahayakan
orang lain akibat dari permainan judi terselubung yang menyesatkan dengan
pemberian hadiah kemenangan di atas kerugian dan kekalahan yang diderita
peserta lain. Iqra' atau membuat angan-angan kosong
dimana konsumen dengan sendirinya akan berfantasi mengharapkan hadiah yang
menggiurkan, dan Israf atau pemborosan, dimana peserta
mengeluarkan uang di luar kebutuhan yang wajar.
Bisnis
undian SMS berhadiah dalam perspektif Undang-Undang nomor 8 tahun 1999 tentang
Perlindungan Konsumen tersebut dilarang karena mengandung unsur-unsur penipuan
dan perjudian yang melanggar undang-undang
Hasil
penelitian ini menyimpulkan bahwa Fatwa MUI dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun
1999 Tentang Perlindungan Konsumen mempunyai tujuan yang sama, yakni dalam hal
kemaslahatan dan kesejahteraan umum. Selain itu, dalam fatwa MUI jelas, bahwa
seluruh bentuk judi dan segala hal yang mengandung maysir, maka hukumnya haram. Sedangkan dalam
UUPK dilarang jika melanggar Undang-Undang tentang Perjudian.
jika berminat silahkan Download
Label:
Tesis Pendidikan Agama Islam
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar