Download Tesis Pendidikan Agama Islam : PEMIKIRAN KEISLAMAN MODERN AGUS MUSTOFA

Diposting oleh Unknown on Minggu, 16 November 2014


Pemikiran keislaman berkembang sangat dinamis. Islam yang bersumber dari al-Qur'an dan al-Sunnah, kemudian berkembang dengan berbagai ragam keilmuan. Teologi, filsafat dan tasawuf merupakan hasil karya para pemikir Islam yang memiliki khazanah keilmuan.
Pemikiran teologi dimulai sejak peristiwa tahkim pada masa kekhalifahan Ali ibn Abi Thalib. Kemudian pemikiran filsafat dimulai sejak umat Islam mengalami persentuhan pemikiran dengan pemikiran Yunani. Peringgungan ini terjadi sejak Alexander Agung melakukan penaklukan wilayah Timur Tengah. Kemudian tasawuf berkembang sebagai warna baru pemikiran filsafat yang dikembangkan oleh para pemikir Islam.
Pemikiran tasawuf mengalami perkembangan begitu pesat, karena pemikiran dan ajarannya bersentuhan secaa langsung dengan problmatika kehidupan masyarakat, khususnya umat Islam. Sampai kemudian muncullah gerakan tariqat sebagai bentuk lain dari tasawuf, yang memiliki struktur dan kelembagaan tersendiri.
Perhatian dan kepedulian para pemikir Islam kepada perkembangan keilmuan tasawuf sangat begitu besar. Yang sangat mencengangkan bagi kita adalah, keilmuan tasawuf sangat lentur dan mudah beradaptasi dengan berbagai tradisi dan disiplin ilmu. Sehingga proses akulturasi tersebut mendapat tanggapan dari berbagai pemikir Islam lain. Akhirnya juga menambah khazanah keilmuan yang baru.
Dengan sifat lentur yang dimiliki oleh tasawuf tersebut, kemudian melahirkan gagasan untuk memodernkan tasawuf, dengan menggunakan ukuran dan standar yang dimiliki oleh pengetahuan modem. Hal ini yang memberikan inspirasi bagi Agus Mustofa untuk mengkaji ilmu tasawuf, dengan mencoba memadukan antara al-Qur'an dan penemuan modern.
Wacana yang selama ini berkembang, bahwa agama (al-Qur'an) dan sains (pengetahuan modern) memiliki pijakan yang berbeda, dicoba dibongkar oleh Agus Mustofa. Bahwa agama dan sains adalah dua bidang kajian yang memiliki dasar dan pijakan yang kuat. Keduanya berawal dari keraguan dan akhirnya berakhir pada penemuan yang disertai dengan bukti.
Keimanan kepada dasar-dasar agama, dimulai dari sikap ragu. Dari sini kemudian dilanjutkan dengan pencarian, dan diakhiri dengan penemuan yang disertai bukti, baik itu 'aqly maupun naqly. Begitu juga sains (pengetahuan modern). Berawal dari keraguan akan kebenaran suatu hal, kemudian dilakukan penelitian. Dari penelitian inilah kebenaran ditemukan dengan argumen dan bukti yang nyata.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar