Download Tesis Pendidikan Agama Islam : Konstruksi Pembelajaran Kontekstual dalam Bidang Studi Fikih di Madrasah Tsanawiyah

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 22 November 2014


Eksistensi madrasah atau lembaga pendidikan Islam lainnya serta seluruh aktivitas pendidikan keislaman di Indonesia secara historis sangat terkait erat dengan kegiatan dakwah islamiyah. Pendidikan agama Islam berperan sebagai mediator bagi masyarakat dalam memberikan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran Islam sesuai dengan ketentuan al-Qur'an dan as-Sunnah.
Secara realita, penyelenggaraan pendidikan Islam untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan masih terasa sulit terwujud. Permasalahan tersebut diperparah dengan tidak tersedianya tenaga pendidik Agama Islam yang profesional, seperti penguasaan terhadap metode pembelajaran, padahal penguasaan metodologi pembelajaran merupakan hal yang paling penting bagi seorang guru, karena metodologi yang baik akan mampu mewujudkan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran pendidikan Agama Islam tidak hanya sekedar menyampaikan pengatahuan kepada peserta didik, namun pembelajaran Pendidikan Agama Islam bertujuan mengarahkan peserta didik agar memiliki kualitas iman, takwa dan akhlak mulia. Karenanya, dalam pembelajaran seorang guru hendaknya tidak hanya membangun aspek kognitif peserta didik namun aspek afektif dan psikomotor peserta didik harus dikembangkan.
Penelitian ini mencoba mencari alternatif pembelajaran yang sesuai untuk pembelajaran bidang studi fikih di Madrasah Tsanawiyah dengan menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual. Pembelajaran kontekstual merupakan suatu proses pembelajaran yang mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata, baik berkaitan dengan lingkungan pribadi, agama, sosial, ekonomi maupun kultural. Pembelajaran kontekstual melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif yaitu: konstruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian sebenarnya.
Berdasarkan penelitian dalam tesis ini, disimpulkan bahwa: Pertama, desain pembelajaran kontekstual adalah dengan integrasi penyelenggaraan pembelajaran, integrasi materi pembelajaran, dan integrasi metode pembelajaran. Kedua, strategi pembelajaran kontekstual dilakukan melalui tiga kegiatan secara bertahap, yakni: Kegiatan awal, Kegiatan inti, dan Kegiatan akhir. Ketiga, metode pembelajaran kontekstual memberikan kebebasan kepada guru untuk memilih dan menggunakan yang dianggap sesuai dengan materi. Keempat, penggunaan sumber dan media pembelajaran tidak dibatasi, sesuai dengan kebutuhan. Kelima, evaluasi pembelajaran kontekstual menggunakan sistem penilaian berbasis otentik.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar