Home » Tesis Pendidikan Agama Islam » Tesis Pendidikan Agama Islam Metodologi dan Karakteristik Pendidikan Fiqh al-Aimmah al-Arba'ah al-Mujtahidun Kajian Historis dan Peranannya Terhadap Perkembangan Pemikiran Hukum Islam"
Tesis Pendidikan Agama Islam Metodologi dan Karakteristik Pendidikan Fiqh al-Aimmah al-Arba'ah al-Mujtahidun Kajian Historis dan Peranannya Terhadap Perkembangan Pemikiran Hukum Islam"
Diposting oleh Unknown on Sabtu, 22 November 2014
Masalah
yang utama dalam tesis ini adalah, tentang bagaimana Metodologi dan
Karakteristik Pendidikan Aimmah
al-Madhahib al-Arba 'ah, serta
peranan mereka [sebagai alumni dari sebuah pendidikan sebelumnya] terhadap
perkembangan pemikiran pada masa sesudah mereka. Penelitian ini dimaksudkan
agar kajian ini bisa memunculkan gambaran yang sejati tentang pendidikan yang
telah melahirkan para imam mujtahid yang telah memberikan pelita bagi generasi
selanjutnya dalam kajian hukum Islam dan madzhab-madzhabnya. Hal ini mengingat
peranan mereka yang sangat bergengsi dan monumental sepanjang zaman. Karena
sampai saat ini kajian mereka terhadap rumusan-rumusan hukum menjadi rujukan
pemikiran utama atau bisa dikatakan telah mendominasi pemikiran hukum sehingga
seolah tidak ada ruang baru, karena hampir pemikiran hukum Islam telah
dituntaskan mereka. Masa para imam inilah yang oleh para sejarawan sebagai masa
keemasan [al-'asr
al-dhahabi]. Sebagaimana
yang dikatakan 'Abd al-Wahhab Khallaf mereka telah meninggalkan 3 [tiga] jasa
abadi yang dinikmati oleh generasi setelahnya, yaitu, pertama; kodifikasi
hadis-hadis sahih, kedua; kodifikasi fiqh dan
hukum-hukumnya, pengumpulan persoalan-persoalan yang saling berhubungan dengan
satu tema, pencarian Illat-illat
[alasan] dan
pencarian dalil-dalil hukum, ketiga; kodifikasi ilmu uslul al-fiqh. Kemunculan mereka sebagai al-Aimmah al-Mujtahidu>n, hemat penulis tak lepas dari
pengaruh pendidikan dan metodologinya, serta karakteristik pendidikan mereka.
sebagaimana pendidikan yang berbasis pada al-hiwar, al-mujadalah ataupun diskusi bebas telah
melahirkan kubu fiqh rasional [madrasat
ahl al-ra'y], hal ini diwakili oleh metodologi
AbuiH|anifah [Imam H|anafi]. Sedangkan pendidikan yang berbasis pada ilqa>' , kurang membuka tanya jawab maka
fiqh yang lahir dalam naungan metode ini adalah fiqh tekstualis [madrasat ahl al-hhadithh], sebagaimana diwakili oleh fiqh Bin
H|anbal [Imam H|ambali] dan Imam Mailik bin Anas [dalam hal ini, terjadi
perdebatan tentang apakah Imam Mailik termasuk dalam aliran tekstualis atau
rasionalis, bagi penulis Mailik bin Anas, tidak sebagaimana Imam H|anafii yang
terlalu terbuka, juga tidak seperti Imaim H|anbalii yang terlalu menutup pintu al-ra'y]. Sedangkan metodologi yang memadukan
diantara kedua metodologi diatas telah melahirkan kelompok fiqh yang memadukan
aliran rasional dan aliran tekstual, ini diwakili oleh Imam al-Shaifii'ii,
karena beliau adalah alumni Pesantren Hijaiz [murid Imam Mailik] dan Pesantren
Irak [murid Muh|ammad bin al-H|asan -salah seorang murid Abui H|aniifah-].
Label:
Tesis Pendidikan Agama Islam
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar