Home » Tesis Administrasi & Kebijakan Kesehatan » Hubungan Sosial Ekonomi Dan Intake Zat Gizi Dengan Tinggi Badan Anak Baru Masuk Sekolah (TBABS) Pada Daerah Endemis Gaky Di Kecamatan
Hubungan Sosial Ekonomi Dan Intake Zat Gizi Dengan Tinggi Badan Anak Baru Masuk Sekolah (TBABS) Pada Daerah Endemis Gaky Di Kecamatan
Diposting oleh Unknown on Kamis, 17 April 2014
Tinggi Badan Anak Usia Baru Sekolah (TBABS) masih menjadi masalah kesehatan pada daerah endemik Gangguan Akibat Kekurang Iodium (GAKY). Energi, protein dan iodium adalah unsur gizi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Survei awal di daerah endemis GAKY yaitu Kecamatan Parbuluhan Kabupaten Dairi pada Januari 2008, terdapat 56,5% anak termasuk stunted. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan case control study yang bertujuan untuk menganalisis hubungan sosial ekonomi dan intake zat gizi dengan TBABS pada daerah endemis GAKY di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai anak sekolah dasar (Anak SD kelas 1) di Kecamatan Parbuluan di Kabupaten Dairi sebanyak 444 orang, dan sampel terpilih sebanyak 62 anak terdiri dari 31 kasus dan 31 kontrol. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik ganda pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan variabel pendidikan ibu, pekerjaan ayah, dan pekerjaan ibu, variabel intake energi, intake protein, dan intake yodium dengan TBABS pada daerah Endemis GAKY di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi. Hasil uji regresi logistik menunjukkan variabel intake iodium dan intake protein merupakan variabel prediktor terhadap TBABS. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi mengupayakan secara intensif penanggulangan penyakit Gangguan Akibat Kekurangan Iodium pada anak SD melalui penganekaragaman makanan, pemberian Suplemen Iodium ke sekolah-sekolah serta peningkatan penyuluhan kesehatan masyarakat.
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar