Home » Tesis Pendidikan Agama Islam » KEBIJAKAN PIMPINAN WILAYAH LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NAHDLATUL ULAMA JAWA TIMUR TENTANG PENINGKATAN KUALITAS MADRASAH IBTIDAIYAH NAHDLATUL ULAMA
KEBIJAKAN PIMPINAN WILAYAH LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NAHDLATUL ULAMA JAWA TIMUR TENTANG PENINGKATAN KUALITAS MADRASAH IBTIDAIYAH NAHDLATUL ULAMA
Diposting oleh Unknown on Jumat, 25 April 2014
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui problem yang dihadapi oleh PW.
LP. Ma’arif NU Jawa Timur terkait dengan kebijakannya dalam
meningkatkan kualitas MINU Waru I menjadi madrasah unggulan dan solusi
yang diterapkan oleh PW. LP. Ma’arif NU Jawa Timur dalam menyelesaikan
problem serta untuk mengetahui pembinaan yang dilakukan oleh PW. LP.
Ma’arif NU Jawa Timur dalam mengelola madrasah unggulan MINU Waru I.
Sebuah madrasah tua yang berdiri sejak tahun 1939 dengan kondisi awal
yang jauh dari kata â€maju†yang kemudian dijadikan obyek program
madrasah unggulan. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan
pendekatan kualitatif - fenomenologis, dengan rancangan pendekatan studi
kasus. Untuk mendapatkan data digunakan teknik pengumpulan data berupa
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari teknik tersebut
dipilih yang sesuai dengan fokus penelitian. Untuk menganalisis
ketajaman data melalui simultaneus cross sectional, dan kedua melalui
interpretasi data. Selanjutnya dilakukan analisa data melalui beberapa
langkah yakni reduksi data, display data, menarik kesimpulan dan
verifikasi.Untuk melihat keabsahan data digunakan teknik trianggulasi
data dan member check kemudian dilanjutkan dengan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melaksanakan
kebijakannya PW. LP. Ma’arif NU Jawa Timur menemui beberapa
permasalahan yang dapat diklasifikasikan dalam 4 hal yakni, manajemen,
sumber daya manusia, pendanaan dan komunikasi. Solusinya yakni,
memperbaiki sistem manajerial dengan mengangkat kepala sekolah yang
kompeten dalam bidang pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya
manusia dengan mengadakan pelatihan. Adapun pembinaan terhadap madrasah
unggulan dilakukan secara terpadu dan komprehensif, meliputi visi dan
misi pendidikan Islam, RENSTRA (Rencana Strategis) dan RENOP (Rencana
Operasional) sekolah unggul, profesionalisme guru, metode pembelajaran
efektif, KTSP, strategi pembelajaran SCALE ( Student Centre and Active
Learning), professional development, classroom management, quantum
teaching and learning, diagnostik kesulitan belajar, multiple
intelligence, communication skill, presentation skill, dan evaluasi
pendidikan. Proses akhir dari pembinaan tersebut adalah evaluasi dengan
menggunakan kriteria standar minimal yang disusun oleh PW. LP. Ma’arif
NU Jawa Timur. Hasilnya, MINU Waru I dianggap telah berhasil dalam
melaksanakan program madrasah unggulan melalui beberapa indikator yakni,
bangkitnya MINU Waru I dari madrasah yang terpuruk menjadi madrasah
yang mandiri dan berprestasi, yang ditunjukkan hasil akreditasi dengan
nilai A.
Label:
Tesis Pendidikan Agama Islam
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar