Home » Tesis Pendidikan Agama Islam » PENGEMBANGAN MORAL DAN INTELEKTUAL SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MTs
PENGEMBANGAN MORAL DAN INTELEKTUAL SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MTs
Diposting oleh Unknown on Jumat, 25 April 2014
Pengembangan moral siswa merupakan suatu usaha pembinaan moral yang
bernilai positif atau bernilai lebih sehingga pembinaan moral siswa akan
menjadi kebiasaan siswa dalam bertindak sesuai dengan dengan etika
sosial yang baik dalam sebuah lingkungan masyarakat.
Menurut Sjarkawi moral adalah kepekaan dalam pikiran, perasaan dan tindakan dibandingkan dengan tindakan lain yang tidak hanya berupa kepekaan terhadap perinsip dan aturan. Moral berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk membedakan antara perbuatan yang benar dan salah, sehingga moral menjadi pengendalian dasar seseorang dalam bersikap.
Sedangkan intelektual adalah kekuatan pikiran yang dimiliki seseorang dalam berpikir, mengetahui dan menalar. Menurut Zawawi Imran intelektual diartikan orang yang berilmu atau terpelajar yang benar-benar memahami keluh, senyum dan jerit masyarakat umum dan sanggup membantu dan memberikan solusi. Sedangkan menurut Jalaluddin Rahmat intelektual adalah orang yang faham tentang sesuatu hal dan mencoba membentuk lingkungannya dengan gagasan-gagasan yang analitis dan normatis.
Pendidikan agama Islam menurut Muhamad al-Toumy al-Syaebani sebagai usaha mengubah tingkah laku individu dalam kehidupannya atau kemasyarakatannya dan kehidupan dalam alam sekitarnya melalui proses kependidikan. Berdasarkan argumen di atas, maka penulis merasa tertarik untuk menulis tesis dengan judul, Pengembangan Moral dan Intelektual Siswa Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Nurul Khulus Bondowoso.
Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif dan deskriptif analitis. Dalam artian, peneliti ingin mengungkapkan masalah pembinaan moral dan intelektual siswa dan untuk mengetahui berdasarkan data empiris tentang pengembangan moral dan intelektual siswa melalui pembelajaran pendidikan agama Islam di MTs Nurul Khulus Bondowoso. Sehingga corak dan sajian datanya berbentuk deskriptif analisis. Dalam pengumpulan data pada penelitian ini digunakan tiga teknik yaitu wawancara, observasi, dan metode dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, ditemukan bahwa dalam pengembangan moral siswa yaitu melalui proses pembinaan moral melalui pembiasaan-pembiasaan yang diterapkan disekolah kepada siswa meliputi: (a) pembiasaan shalat berjamaah, (b) membaca al-Quran, (c) peringatan hari besar Islam, (d) pondok Ramadhan, (e) kerjasama sekolah, komite madrasah, orang tua masyarakat, (f) spiritual camp (camping ruhaniah). Sedangkan dalam pengembangan intelektual siswa yaitu melalui pendidikan kemampuan siswa dalam pembelajaran meliputi: (a) dialog atau tanya jawab, (b) diskusi, (c) kegiatan ilmiah dan (d) metode berdhikir bagi siswa.
Menurut Sjarkawi moral adalah kepekaan dalam pikiran, perasaan dan tindakan dibandingkan dengan tindakan lain yang tidak hanya berupa kepekaan terhadap perinsip dan aturan. Moral berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk membedakan antara perbuatan yang benar dan salah, sehingga moral menjadi pengendalian dasar seseorang dalam bersikap.
Sedangkan intelektual adalah kekuatan pikiran yang dimiliki seseorang dalam berpikir, mengetahui dan menalar. Menurut Zawawi Imran intelektual diartikan orang yang berilmu atau terpelajar yang benar-benar memahami keluh, senyum dan jerit masyarakat umum dan sanggup membantu dan memberikan solusi. Sedangkan menurut Jalaluddin Rahmat intelektual adalah orang yang faham tentang sesuatu hal dan mencoba membentuk lingkungannya dengan gagasan-gagasan yang analitis dan normatis.
Pendidikan agama Islam menurut Muhamad al-Toumy al-Syaebani sebagai usaha mengubah tingkah laku individu dalam kehidupannya atau kemasyarakatannya dan kehidupan dalam alam sekitarnya melalui proses kependidikan. Berdasarkan argumen di atas, maka penulis merasa tertarik untuk menulis tesis dengan judul, Pengembangan Moral dan Intelektual Siswa Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Nurul Khulus Bondowoso.
Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif dan deskriptif analitis. Dalam artian, peneliti ingin mengungkapkan masalah pembinaan moral dan intelektual siswa dan untuk mengetahui berdasarkan data empiris tentang pengembangan moral dan intelektual siswa melalui pembelajaran pendidikan agama Islam di MTs Nurul Khulus Bondowoso. Sehingga corak dan sajian datanya berbentuk deskriptif analisis. Dalam pengumpulan data pada penelitian ini digunakan tiga teknik yaitu wawancara, observasi, dan metode dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, ditemukan bahwa dalam pengembangan moral siswa yaitu melalui proses pembinaan moral melalui pembiasaan-pembiasaan yang diterapkan disekolah kepada siswa meliputi: (a) pembiasaan shalat berjamaah, (b) membaca al-Quran, (c) peringatan hari besar Islam, (d) pondok Ramadhan, (e) kerjasama sekolah, komite madrasah, orang tua masyarakat, (f) spiritual camp (camping ruhaniah). Sedangkan dalam pengembangan intelektual siswa yaitu melalui pendidikan kemampuan siswa dalam pembelajaran meliputi: (a) dialog atau tanya jawab, (b) diskusi, (c) kegiatan ilmiah dan (d) metode berdhikir bagi siswa.
Label:
Tesis Pendidikan Agama Islam
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar