79. AKHLAK MENURUT IMAM GHAZALI STUDI ANALISA KITAB BIDAYAH AL-HIDAYAH DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN

Diposting oleh Unknown on Selasa, 25 November 2014


manusia di zaman modern ini dihadapkan pada masalah akhlak maz}mu>mah yang cukup serius, kalau dibiarkan akan menghancurkan masa depan bangsa yang bersangkutan. Praktek hidup yang menyimpang dan penyalahgunaan kesempatan dengan mengambil bentuk perbuatan sadis dan merugikan orang lain tumbuh subur di wilayah yang tak berakhlak. Korupsi, kolusi, penodongan, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dan perampasan hak-hak asasi manusia pada umumnya terlalu banyak yang dapat dilihat dan disaksikan. Cara mengatasinya bukan hanya dengan uang, ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi harus dibarengi dengan penanganan di bidang spiritual dan akhlak yang mulia. Sebagai respon terhadap kerusakan akhlak yang terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat (baca: anak usia sekolah) karena jauhnya dari nilai-nilai agama, penulis tertarik untuk meneliti pemikiran akhlak Imam Ghazali dalam kitab Bida>yah al-Hida>yah, karena dalam kitab ini Imam Ghazali menawarkan resep yang mudah disantap bagi siapa saja yang ingin mendapatkan hidayah Allah dengan cara mengikuti langkah-langkah yang ditawarkan Iman Ghazali yang dapat diterapkakan dalam pendidikan.
Permasalahan pokok yang menjadi kajian tesis ini adalah bagaimanakah gambaran umum tentang akhlak, konsep akhlak menurut Imam Ghazali dalam kitab Bida>yah al-Hida>yah, prinsip-prinsip dasar akhlak menurut Imam Ghazali dalam kitab Bida>yah al-hida>yah, dan implemintasi akhlak dalam kitab Bida>yah al-Hidayah terhadap pendidikan. Penelitian tesis ini, menggunakan metode deskripsi terutama digunakan untuk mendeskripsikan pemikiran-pemikiran Imam Ghazali yang terkait dengan akhlak dalam kitab Bida>yah al-Hida>yah, sehingga menjadi suatu bangunan pemikiran. Sebagai pisau analisis yang berfungsi memperjam analisa penelitian ini digunakan metode Content Analysis (analisis isi).
Penelitian ini menghasilkan temuan Pertama, perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang, sehingga telah menjadi kepribadiannya. Kedua, Imam Ghazali cenderung setuju pada aliran empirisme bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap pembentukan diri seseorang adalah faktor dari luar, yaitu lingkungan sosial, termasuk pembinaan dan pendidikan yang diberikan. Ketiga, prinsip tah}alli (menghiasi diri dengan akhlak terpuji), takhalli (mengosongkan diri dari perangai yang tercela), tajalli (mengalami kenyataan ketuhanan) adalah langkah-langkah yang ditawarkan Imam Ghazali dalam membentuk akhlak. Konsep ini berbeda dengan pendapat sufi lainnya seperti Imam Abu Ya>zid al-Bust}ami yang memulai dengan kha' = takhalli dulu, kemudian h{a'=tah}alli serta jim = tajalli. Keempat, pendidik dan anak didik memahami betul bahwa tujuan pendidikan hanya untuk mencari ridha
Allah.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar