Download Tesis Pendidikan Agama Islam PERAN BAHTSUL MASAIL DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN SIKAP KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN FIKIH DI MADRASAH ALIYAH

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 22 November 2014


Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di dalam kelas hanya diarahkan kepada kemampuan anak untuk menghafal informasi; otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi, tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya itu untuk menghubungkannya dengan kehidupan sehari-sehari. Akibatnya ketika anak didik kita lulus dari sekolah, mereka pintar secara teoritis, akan tetapi mereka miskin aplikasi.
Sebagaimana dimaklumi, NU mempunyai sebuah forum yang disebut Lajnah Bahtsul Masail yang dikoordinasi oleh Dewan Syuriyah (legislatif). Forum ini bertugas mengambil keputusan tentang hukum-hukum Islam, baik yang berkaitan dengan masa'il fiqhiyyah (masalah fikih), katauhidan maupun tasawuf (tarekat). Forum ini biasanya diikuti oleh Syuriyah dan ulama-ulama NU yang berada di luar struktur organisasi, termasuk para pengasuh pesantren.
Dalam praktiknya, ternyata Bahtsul Masail hampir diterapkan di semua pondok pesantren, bahkan sudah menjadi agenda atau kegiatan rutin yang diikuti oleh kyai, guru, dan santri-santri, sehingga Bahtsul Masail di pesantren merupakan ajang intelektualitas untuk menyelesaikan problem-problem yang berkembang di masyarakat, baik masalah agama maupun problematika kebangsaan dengan cara bertukar pikiran berdasarkan kitab-kitab fikih yang mu 'tabar atau relevan.
Oleh karena itu, dari fenomena ini, penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap peran Bahtsul Masail di sebuah lembaga pendidikan formal yang berada di bawah naungan LP. Ma'arif, yaitu MA. Ma'arif Bangil. Dalam penelitian ini, penulis ingin mengetahui sekaligus menguji sejauh mana peran dan pengaruh Bahtsul Masail dalam meningkatkan sikap berfikir kritis anak didik dalam pembelajaran fikih.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, karena permasalahannya holistik (menyeluruh), kompleks, dan dinamis. Adapun teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah observasi langsung, studi dokumentasi, dan kuesioner atau angket.
Alhasil, kegiatan Bahtsul Masail mempunyai peran yang cukup signifikan dalam menumbuhkembangkan sikap kritis siswa jika dilakukan secara intensif dan kontinyu. Sebab hasil penelitian menyatakan bahwa Bahtsul Masail dapat membuat siswa/siswi tanggap, vokal dan berani berbicara; mendorong mereka berusaha mendapatkan informasi sebanyak mungkin dan mencari argumen; serta mampu mendorong berpikir cermat dan teliti dalam memecahkan masalah.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar