Download Tesis Pendidikan Agama Islam : PREFERANSI PENGASUH PONDOK PESANTREN DAN TOKOH MASYARAKAT TERHADAP BANK SYARIAH DI KABUPATEN

Diposting oleh Unknown on Jumat, 14 November 2014


Perekonomian global telah menyebabkan masyarakat santri termasuk para pengasuh pesantren, menerima produk sistem ekonomi baru yang sangat beragam. Salah satu produk sistem ekonomi baru itu adalah sistem keuangan. Produk sistem keuangan itu antara lain Bursa efek, Asuransi, dan Bank. Penerapan sistem bunga dalam dunia perbankan sejujurnya telah melahirkan praktik kebijakan moneter yang tidak adil, tidak jujur dan cenderung menghisap nasabah. Hal itu disebabkan sistem bunga memberikan keuntungan yang pasti dari debitur dalam jumlah persentasi, meskipun debitur sendiri mengalami kerugian dalam jumlah usahanya, dengan kata lain bank tidak mau tahu dengan kesulitan dan kerugian yang dialami nasabahnya. Ketidak pedulian perbankan atas kondisi nasabah ini jelas tidak adil. Sebab perbankan menempatkan debitur tidak lebih sebagai pengutang yang wajib membayar tanpa tawar. Seharusnya perbankan sebagai lembaga keuangan yang bax>rientasi pada pendorongan pertumbuhan industri dan kemajuan ekonomi, menempatkan nasabah bukan sebatas hubungan antara kreditur dan debitur, tetapi menjadikan debitur sebagai mitra usaha, bisnis dan perdagangan. Itulah sebabnya maka kehadiran Bank Syariah sangat diperlukan oleh masyarakat muslim Indonesia.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis preferensi tokoh masyarakat terhadap Bank syariah, preferensi pengasuh pondok pesantren terhadap Bank Syariah, dan perbedaan preferensi antara tokoh masyarakat di kecamatan satu dengan pengasuh pondok pesantren di kecamatan yang lain di Kabupaten Banyuwangi.
Penelitian dilakukan pada pengasuh pondok pesantren Darussaam Blokagung, pengasuh pesantren Kebunrejo dan pengasuh pesantren Minhajut Thullab Sumberberas. Sedangkan tokoh masyarakat yang dijadikan unit analisis adalah ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Banyuwangi, Ketua Robithah Ma'ahidil Islamiyah Banyuwangi, dan Mursyid ( ketua ) Jamaah Tariqoh Naqsyabandiyah Banyuwangi. Penelitian dilakukan sejak bulan Juli 2008 sampai dengan Pebruari 2009.

Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan preferensi antara pengasuh pondok pesantren yang satu dengan pengasuh pondok pesantren yang lain di Kabupaten Banyuwangi. Juga tidak ada perbedaan preferensi antara tokoh masyarakat yang satu dengan tokoh masyarakat yang lain di Banyuwangi terhadap Bank Syariah. Semuapengasuh pondok pesantren dan tokoh masyarakat menyatakan bahwa Bank Syariah perlu dikembangkan dan dibangun di tengah tengah umat Islam Kabupaten Banyuwangi.

Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan (1) Kepada kalangan perbankan syariah hendaknya terus melakukan pengenalan produk perbankan yang dimiliki, melakukan pelatihan dan sosialisasi produk, membangun cabang baru dan bekerja sama dalam pengenalan produk syariah kepada kalangan pondok pesantren terutama kepada ualama pengasuh pondok pesantren karena pengaruh ulama pengasuh pesantren masih sangat kuat di Banyuwangi. (2)

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar