Download Tesis Pendidikan Agama Islam : Sistem Pembelajaran BTQ (Baca Tulis Al-Quran) Di

Diposting oleh Unknown on Kamis, 20 November 2014


Penelitian ini merupakan suatu kajian fenomenologi sistem pembelajaran BTQ di MTs Al-Arif Wonoayu Gempol Pasuruan, dimana pada satu sisi pendidikan Madrasah merupaka bagian dari perubahan pendidikan yaig dirancang oleh pemerintah, sementara pada sisi lain, madrasah adalah lembaga yang memiliki otoritasi untuk membentuk dan mengembangkan sistem pembelajaran secara mandiri atau dengan kurikulum muatan lokal (mulok).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat analisis fungsional dengan teknik wawancara yang intensif kepada para informan yang memiliki kewenangan untuk memberikan jawaban atas pertanyaan yang peneliti ajukan. Hal ini tentu dalam rangka untuk mengungkap gejala atau fenomena yang ada. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data reduction, data display, dan verication dengan empat kreteria keabsahan: (1) Credibility dengan memperbantukan trianggilasi (2) Transferability. (3) Dependability. dan (4) Confirmability dan tentu dengan prinsip-prinsip grouded theory untuk menjelaskan fenomena yang diteliti.
Hasil-hasil penelitian ini antara lain: Pertama, bahwa implementasi kurikulum BTQ 2008-2009 di Madrasah Tsanawiyah Al-Arif Wonoayu-Gempol-Pasuruan telah berjalan dengan lancar dan relatif stabil. Kedua, model implementasi kurikulum BTQ yang diterapkan di Madrasah Tsanawiyah Al-Arif Wonoayu Gempol Pasuruan sudah efektif, menyenangkan dan tida membuat anak didik merasa terpaksa. Mula-mula peserta didik membaca laiadz-lafadz/ayat-ayat Qur'an yang kemudian pada tahap berikutnya menuliskannya dengan benar. Dan sistem tersebut diulang-ulang sampai peserta didik mendapat nilai mumtaz. Ketiga, Namun, bukan berarti realisasi BTQ tanpa kendala. Problematika yang dihadapi dalam mengimplementasikan kurikulum BTQ diantaranya adalah karena BTQ merupakan metode tradisional sehingga peserta didik agak awam dengan sistem dan proses pembelajaran yang lebih baru dan modern, begitu juga para guru, mayoritas dari mereka agak keselitan untuk menyesuaikan diri jika mereka telah mengantongi sistem yang baru.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar