Download Tesis Pendidikan Agama Islam KONTRIBUSI NILAI-NILAI FIQIH DALAM MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 22 November 2014


Penelitian ini berangkat dari penomena dan problema pendidikan di Indonesia, khususnya yang menyangkut karakter anak didik bangsa ini. Setiap tahun lembaga pendidikan kita berhasil meluluskan siswa dengan grade yang membanggakan, disisi lain kebanggaan itu sirna dengan gejola kprilaku anak didik yang banyak terlibat dalam narkoba, tawuran antar pelajar, tindakan asusila dan tindakan kriminal lainnya. Bahkan anehnya prilaku negatif ini diwarisi ketika mereka menjadi pejabat maupun politisi. Mereka tanpa malu mengangkangi hukum ataupun undang-undang yang berlaku dengan melakukan manipulasi dan korupsi. Lebih ironis lagi akhir-akhir ini kita menyaksikan di berbagai media diberitakan bahkan secara live disiarkan media televisi tentang tingkah polah politisi berkelahi dan saling umpat antar sesamanya bagaikan anak kecil yang berebut kue ataupun mainan.
Sistem pendidikan kita yang sudah lima kali terjadi perubahan kurikulum, di sebagian kalangan ahli pendidikan belum mampu mengatasi dan menelurkan sistem pendidikan yang berkarakter, yaitu peserta didik yang memiliki kredibitas dan moralitas. Kementerian Pendidikan Nasional melirik sistem pendidikan yang ada di lembaga pendidikan yang berbasis pondok pesantren, dimana pondok-pondok pesantern tersebut dengan fasilitas apa adanya, mampu melahirkan peserta didik yang berkarakter kuat serta menimalisir prilaku negatif, jika dibanding dengan lembaga-lembaga umum yang memiliki sarana prasarana yang komplit.
Penelitian ini merupakan penelitian pustaka ( library reseach ) dimiliki dalam membangun karaktet peserta didik , penelitian ini juga memadukan antara fiqih dan akhlak atau yang disebut fiqih akhlaqi . Disamping untuk memperkaya khazanah intelektual dunia pendidikan di Indonesia yang masih dalam tahap mencari jati diri. Sedangkan temuan utama dalam penelitian ini adalah: pertama, fiqih dengan nilai-nilai hukum yang ada didalamnya bisa memberikaan nuansa baru dalam membentuk karakter peserta didik. Disini fiqih bukan saja sebagai acuan hukum juga dijadikan acuan untuk bertindak. Sebab fiqih yang diformulasi sedemikian rupa yang dikodifikasi oleh para fuqaha terutama imam mazhab, mereka beristinbat dari sumber asli hukum Islam yaitu al-Qur'an dan al-Hadith.
Kedua, fikih mempunyai hubungan yang erat antara akhlak dan tasawuf. Sebab dalam arti yang luas, syari'ah mencakup akidah, 'amaliyah ( perbuatan praktis ) dan akhlak. Perbuatan sebagai objek ilmu fiqih tidak dapat dipsahkan dari ilmu akhlak dan tasawuf, meskipun kedua-duanya dapat dibedakan.
Ketiga. Dalam pendidikan, karakter dari pendidik maupun peserta didik merupakan suatu keharusan. Pendidik yang berkarakter dengan sifat-sifatnya yang positif, mampu memberikan prilaku atau efek positif bagi peserta didik. Sebaliknya bila pendidik tidak memiliki karakter, akan melahirkan adagium " Guru kencing berdiri, murid kencing berlari". Oleh sebab itu pendidikan karakter dalam bahasa fiqih hukumnya wajib.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar