Download Tesis Pendidikan Agama Islam : Kosmologi Islam Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 22 November 2014


Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan salah satu kerajaan Islam Jawa yang masih exist hingga sampai saat ini. Sebagai penerus dari runtuhnya kerajaan-kerajaan pendahulunya, ada hal yang menarik dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, yakni konsep kosmologinya. Beberapa peneliti yang mengkaji arsitektur Kraton Yogyakarta menemukan beberapa kesamaan arsitektur Kraton Yogyakarta dengan kerajaan-kerajaan periode Hindu-Budha yang mengalami indianisasi. Sehingga, mereka memberikan penafsiran yang sama antara kosmologi Kasultanan Yogyakarta dengan kerajaan-kerajaan yang mengalami indianisasi tersebut. Pada dasarnya kraton tidak hanya sekedar bangunan biasa, tetapi memiliki banyak makna-makna simbolik yang mencerminkan kosmologi dan arti kehidupan. Penulis mengamati bahwa sesungguhnya islamisasi yang berlangsung di tanah Jawa sedikit banyak telah mempengaruhi pola pikir orang Jawa, begitu juga dengan Kasultanan Yogyakarta. Jadi, tidak mungkin jika sebuah kerajaan Islam memiliki konsep kosmologi yang sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai Islam. Untuk itu, penulis berusaha melacak gambaran kosmologinya dan menganalisanya untuk menemukan corak kosmologinya, apakah benar corak kosmologinya adalah Hindu-Budha ataukah Islam.
Penelitian ini tergolong library research yang memanfaatkan data kepustakaan untuk membahas problematika yang telah dirumuskan. Data yang telah ada dianalisis dengan analisis simbolisme struktural untuk menemukan makna dibalik simbol-simbol Kraton Yogyakarta baik yang berupa dimensi fisik maupun sikapnya. Karena sesungguhnya dari hasil pemaknaan mereka terhadap simbolisme kraton, akan tergambar corak kosmologinya. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode analisis deskriptif dan historis. Analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan kembali konsep kosmologi Kasultanan Yogyakarta secara utuh mengikuti alur permasalahan yang disusun dalam penelitian ini. Sedangkan analisis historis digunakan untuk menguraikan sejarah berdiri dan berkembangnya Kasultanan Yogyakarta.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kosmologi Kasultanan Yogyakarta adalah Islam, lebih tepatnya Islam yang berpadu dengan budaya Jawa. Dari hasil pemaknaan terhadap simbol-simbol kraton dan cara pandang mereka terhadap kosmologi sama sekali tidak mencerminkan kosmologi Hindu-Budha. Dengan dipakainya gelar Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah bagi raja-raja Yogyakarta sebagai bukti memberikan penegasan yang baik terhadap konsep lama. Setelah Islam datang, diikuti pula proses islamisasi budaya Jawa, termasuk budaya Kasultanan Yogyakarta. Sehingga yang ada, meminjam istilah Simuh, bukannya jawanisasi unsur-unsur Islam, melainkan islamisasi warisan budaya kraton.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar