Home » Tesis Pendidikan Agama Islam » Efektifitas Metode Hafalan dan Tabel untuk Materi Waris pada Siswa Kelas XI MAN
Efektifitas Metode Hafalan dan Tabel untuk Materi Waris pada Siswa Kelas XI MAN
Diposting oleh Unknown on Sabtu, 22 November 2014
Metode
hafalan adalah metode paling tua dalam penyebaran agama Islam di mana pada awal
abad Hijriyah para sahabat dan tabi'in wajib menghafal nas-nas Al Qur'an dan
Hadis Nabi. Metode ini menjadi perhatian utama bagi ulama-ulama fiqh dan
berkembang menjadi Metode hafalan dan tabel pada pembelajaran hukum waris dan
pembagiannya. Berdasarkan dari latar belakang ini, dalam penelitian ini,
masalah penelitian yang diajukan adalah: (1) Bagaimanakah hasil belajar peserta
didik dengan metode hafalan dalam pembelajaran waris? (2) Bagaimanakah hasil
belajar peserta didik dengan metode hafalan dan tabel dalam pembelajaran waris?
(3) Bagaimana efektivitas metode hafalan dalam pembelajaran waris di kelas XI
MAN Lamongan? (4) Bagaimana efektifitas metode hafalan-dan-tabel dalam
pembelajaran waris di kelas XI MAN Lamongan? Dan (5) Apakah terdapat perbedaan
hasil belajar siswa dalam mempelajari 'waris' setelah diajar dengan menggunakan
metode hafalan-dan-tabel dengan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode
hafalan?
Penelitian
ini adalah penelitian eksperimen. Desain penelitian eksperimen yang digunakan
adalah Pretest-Postest
Control Group Design. Untuk
mengumpulkan data, peneliti akan menggunakan tes. Tes digunakan untuk
mengetahui efektifitas pemahaman siswa setelah diajar dengan metode hafalan dan
metode hafalan-dan-tabel. Setelah mengetahui efektifitas kedua metode tersebut,
peneliti akan menghitung perbedaan efektifitas kedua metode tersebut dengan
teknik statistika inferensial yang berupa uji-t (t-Tes). Populasi dari
penelitian ini adalah seluruh kelas XI MAN Lamongan yang jumlahnya 10 kelas
dari hasil random diperoleh kelas IPA 1 sebagai kelas kontrol dan IPA 2 sebagai
kelas eksperimen dan kelas IPA3 sebagai kelas uji-coba.
Hasil
penelitian yang ditemukan adalah (1) Hasil pembelajaran peserta didik dengan
metode hafalan dalam pembelajaran waris diperoleh nilai rata-rata pre test 27,8
dan pos test 68,10 (2) Metode hafalan dalam pembelajaran waris diperoleh nilai
pre test 28,65 dan pos test 85,35 (3) Metode hafalan kurang efektif digunakan
dalam pembelajaran waris, hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar
pre test dan pos test, dari uji t diperoleh thit sebesar -3,82 dan -ttab -2,70 ini berarti thit<-ttab dengan demikian Ho ditolak dan H1 diterima. (4) Metode
hafalan-dan-tabel efektif digunakan dalam pembelajaran waris, hal ini dapat
dilihat dari peningkatan hasil belajar pre tes dan pos tes, dari uji t
diperoleh thit sebesar 3,82 dan ttab 2,70 berarti thit > ttab dengan demikian Ho ditolak dan H1 diterima. (5) Pada taraf signifikan
5% siswa yang diajar dengan metode hafalan-dan-tabel lebih baik secara
signifikan jika dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan metode hafalan
saja. Ini dibuktikan dari tabel 4.6 didapat harga thit sebesar 3,82 sedangkan ttab = 2,021 dengan dk = 40 dan taraf
signifikan 5%. Ini berarti thit
> ttab (t hitung lebih besar daripada t
tabel). Dengan demikian H0
ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti dengan
adanya bukti uji t baik dua pihak atau satu pihak, hasilnya telah
Label:
Tesis Pendidikan Agama Islam
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar