Home » Tesis Pendidikan Agama Islam » TINJAUAN MEDIS TENTANG PUASA RAMAD{AN BAGI WANITA HAMIL DAN MENYUSUI DALAM PRESPEKTIF HUKUM ISLAM
TINJAUAN MEDIS TENTANG PUASA RAMAD{AN BAGI WANITA HAMIL DAN MENYUSUI DALAM PRESPEKTIF HUKUM ISLAM
Diposting oleh Unknown on Sabtu, 22 November 2014
Tesis ini bermaksud mendeskripsikan
kondisi fisik wanita hamil dan menyusui yang menjalankan ibadah puasa Ramadan
yang kemudian dipandang dari hukum Islam. Jenis penelitian ini termasuk
penelitian kepustakaan dengan metode mencari dan menganalisis data-data yang
bersumber dari buku-buku, majalah, artikel, wawancara dan lain sebagainya, yang
sesuai dengan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan:
Pertama,
pada dasarnya kelori yang dibutuhkan setiap orang dalam setiap harinya adalah
1200 Kkal. Bagi wanita hamil atau menyusui ditambah 300 Kkal. Jika kebutuhan
kalori yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi, maka dapat mengakibatkan
terjadinya gangguan atau terserang penyakit pada fisik orang tersebut. demikian
juga bagi wanita hamil atau menyusui yang mana setiap kalori atau yang ada pada
tubuhnya diserap oleh bayi atau anaknya sebagai makanan yang dibutuhkan oleh
bayi atau anak. Bila ibu hamil atau menyusui menjalankan puasa maka untuk
menjaga fisiknya, ia menjaga pola makan yang ia butuhkan. Misalnya di siang
hari puasa, maka di malam hari ia memakan makanan yang bergizi, bernutrisi, dan
lain-lain yang sebanyak mungkin sesuai dengan anjuran dokter. Namun bila ibu
hamil atau menyusui mengalami gangguan yang berat pada fisik atau bayinya maka
ia lebih baik untuk tidak menjalankan ibadah puasa, dan menggantinya di waktu
lainnya.
Kedua,
untuk mengganti puasa yang ditinggalkan ketika ibu hamil atau menyusui tidak
menjalankan ibadah puasa adalah ia menggantinya dengan puasa di hari lain, dan
bila ia mempunyai harta yang lebih maka ia dianjukan untuk melakukan sedekah.
Namun ia hanya bisa menggantinya dengan puasa maka hal itu boleh-boleh
saja.
Berdasarkan
kesimpulan di atas, menurut penulis, yang dapat dijadikan dasar dalam
permasalah ini adalah puasa pada dasarnya tidak mengakibatkan hal yang fatal
terhadap ibu hamil atau menyusui, dengan catatan ibu hamil atau menyusui
menjaga fisik dengan mengatur pola makan dengan baik. Apalagi puasa yang
dijalankan hanya semata karena ingin mencari ridha Allah, maka hal tersebut
akan memberikan energi positif tarhadap bayi yang dikandungnya atau disusuinya.
Label:
Tesis Pendidikan Agama Islam
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar