HUKUM TAYAMUM DALAM MASALAH TRANSPORTASI "Kajian Pendapat 'ulama' fiqh

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 22 November 2014

Tesis ini merupakan penelitian yang bersifat kepustakaan (library research), yang bertujuan untuk mengetahui konsep tayamum dalam masalah kontemporer perspektif fiqh khususnya pendapat para ulama>' yang mengikuti aliran empat, : al-Hanafiyah, al-Ma>likiyah, al-Sha>fiiyah dan al-Hana>bilah.
Data penelitian dihimpun melalui pembacaan dan kajian teks (tex reading), yaitu data-data berkenaan dengan tayamum, meliputi pengertian, sebab, cara dan batal. Selanjutnya, data yang terkumpul dianalisa secara kualitatif dengan menggunakan tehnik analisis isi (content analysis). Dalam analisis data ini, pendekatan yang dipergunakan adalah pendekatan tentang konsep ikhtila>f al-fuqaha>' dan komparatif. pendekatan konsep ikhtila>f al-fuqaha>' digunakan untuk melihat cara intinba>t} al-fuqaha>' sehingga terjadi perselisihan hasil istinbat}. Sementara pendekatan komparatif digunakan untuk membandingkan pemikiran fuqaha>' dengan pemikiran para ahli hukum Islam dalam bidang lain
(fiqh).
Hasil penelitian menyimpukan bahwa bagi pengguna jasa transportasi pesawat terbang, kapal laut, kereta api dan bus jika transportasi yang digunakan tidak terdapat air untuk bersuci dan tidak memugkinkan berhenti di tengah perjalanan atau mungkin berhenti di suatu tempat akan tetapi tempat yang akan dijadikan tempat berhenti mengkhawatirkan mengganggu keselamatan jiwa atau barang bawaan maka dalam hal ini pengguna jasa transportasi boleh bertayamum dengan benda-benda yang ada di sekitarnya dan tidak wajib mengulangi ibadah yang dilakukan dengan tayamum tersebut.
Cara bertayamum di atas transportasi adalah dengan meletakkan kedua tangannya pada sesuatu misalnya tempat duduk atau dinding dan atau lantai sebagaimana ia meletakkan kedua tangannya di atas debu.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar