Persoalan
kecerdasan, dalam konteks pembelajaran merupakan masalah yang mendasar. Hal ini
karena manusia yang menjadi obyek sekaligus subyek dalam proses pelaksanaan
pendidikan memiliki berbagai potensi kecerdasan, baik akal maupun imajenasi
yang dapat dikembangkan secara maksimal. Otak manusia, struktur mental, dan
anatomi-spikologis serta fakultas ruhaniyah yang diciptakan oleh Allah SWT
merupakan makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya
dengan tugas sebagai rahmatan lil
alamin. Struktur kecerdasan yang dimilik oleh
manusia dapat melampaui batas-batas diri dan lingkungannya.
Dengan demikian manusia sebagai makhluk Allah SWT
dianugerahi potensi kecerdasan yang tidak terbatas. Namun demikian banyak
kalangan yang sangat menghawatirkan dengan hasil proses pendidikan yang
laksanakan oleh kebanyakan lembaga pendidikan saat ini, yaitu dinama anak didik
sebagai manusia hanya dibangun dari strumktur otak saja dalam menghadapi
kondisi kehidupan masyarakat saat ini. Oleh karena pendidikan yang dilaksanakan
haruslah juga dapat membangun kecerdasan spiritual yang dimiliki oleh anak
didik.
Penelitian ini difokuskan pada bagaimana implementasi
pendidikan spiritual quatient di MTs. Miftahul Huda Pasirian Lumajang. Tujuan
yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah; (1) Bagaimana proses pendidikan
spiritual quatient di MTs. Miftahul Huda. (2) Bagaimana hasil pendidikan
spiritual quatient
di MTs. Miftahul
Huda.
Dengan melihat judul dari tesis diatas, maka dalam
penelitian ini peneliti penggunakan pendekatan kualitatif. Dalam mengumpulkan
peneliti menggunakan tehnik obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam
menentukan sampel peneliti menggunakan population
research. Disamping itu untuk mengetahui hasil akahir
dari proses pendidikan spiritual quatient maka peneliti menggunakan tehnik tes.
Analisa data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) yang
berlangsung secara bersamaan dengan proses pengumpulan data.
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar