Home » Tesis Pendidikan Agama Islam » Manajemen Partisipasi Masyarakat Pondok Pesantren, Darussholah-Annawawiyah
Manajemen Partisipasi Masyarakat Pondok Pesantren, Darussholah-Annawawiyah
Diposting oleh Unknown on Selasa, 25 November 2014
Dalam beberapa
tahun terakhir ini, Pondok Pesantren Darushsholah-Annawawiyah Pakong Modung
Bangkalan mengalami kemajuan yang pesat baik dalam aspek manajerialnya maupun
kualitas pendidikannya. Kemajuan ini tidak dapat dipisahkan dari peran serta
dan partisipasi masyaraskat. Hal tersebut dapat terlihat dari adanya
pembangunan pesantren yang seluruh pembiayaannya adalah murni dari para santri,
swadaya masyarakat dan para alumninya. Sedikit pun tidak menggantungkan bantuan
dari pemerintah, karena kyai yang bersangkutan lebih memilih untuk membangun
dan mengembangkan pesantren dengan swadaya sendiri.
Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen partisipati masyarakat yang
dikembangkan di pondok pesantren Darushsholah-Annawawiyah Pakong Modung Bangkalan
dan mendeskripsikan upaya-upaya strategis pondok pesantren
Darushsholah-Annawawiyah dalam menggalang partisipasi masyarakat dan mengetahui
bentuk partisipasi masyarakat yang dilakukan di pondok pesantren
Darushsholah-Annawawiyah Pakong Modung Bangkalan.
Metode yang
digunakan dalam melakukan analisis penelitian ini adalah analisis kualitatif,
analisis kuantitatif dan analisis distribusi frekuensi. Analisis kualitatif
digunakan untuk mengidentifikasi program-program pengembangan sarana dan
prasarana yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Darussholah-Annawawiyah dan
untuk mengidentifikasi partisipasi masyarakat di pondok pesantren tersebut.
Untuk menganalisis pelaksanaan program pengembangan sarana dan prasarana di
pondok pesantren ini, digunakan analisis kualitatif dan analisis distribusi
frekuensi. Untuk mengevaluasi partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program
pengembangan sarana dan prasarananya, digunakan analisis kualitatif, analisis
kuantitatif dan analisis distribusi frekuensi.
Dari hasil analisis
diketahui bahwa bentuk partisipasi masyarakat yang menonjol adalah dengan
menyampaikan usulan dan gagasan. Adapun tingkat partisipasi yang mengacu pada
tipologi Arnstein termasuk dalam kategori placation.
Dalam tangga kelima ini, masyarakat telah memiliki
beberapa pengaruh meskipun dalam beberapa hal masih ditentukan oleh pihak yang
memiliki kekuasaan. Adapun data responden adalah sebagian besar reponden adalah
berjenis kelamin laki-laki, berusia antara 40-50 tahun, berpendidikan sarjana
strata 2, memiliki pekerjaan sebagai guru/dosen dan wiraswasta dan
berpenghasilan cukup tinggi.
Label:
Tesis Pendidikan Agama Islam
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar