Home » Tesis Pendidikan Agama Islam » PARADIGMA INTEGRASI INTERKONEKSI DALAM KAJIAN ISLAM (STUDI ATAS PEMIKIRAN AMIN ABDULLAH)
PARADIGMA INTEGRASI INTERKONEKSI DALAM KAJIAN ISLAM (STUDI ATAS PEMIKIRAN AMIN ABDULLAH)
Diposting oleh Unknown on Senin, 24 November 2014
Adanya
dikotomi ilmu umum dan ilmu agama, hegemoni bidang ilmu tertentu terhadap
bidang lainnya, superior-inferior
feeling dari
masing-masing bidang ilmu, hirarki ilmu utama-ilmu komplementer, adalah
akibat-akibat laten yang harus ditanggung dari kenyataan spesialisasi. Dampak
ini merambah ke dunia sosial, dunia pendidikan dunia politik dan lain sebagainya,
sehingga tidak jarang muncul konflik di ranah sosial maupun politik akibat
adanya eksklusifisme dari masing-masing bidang ilmu. Sebagai contoh dalam
dataran ilmu-ilmu Keislaman sering terjadi "takfir" (pengkafiran) antarsesama muslim
hanya karena disiplin keilmuannya berbeda.
Pada
akhirnya secara psikologis banyak orang yang mengalami kegelisahan luar biasa
karena antara dunia yang dia alami, yang multi-dimensi, dengan keilmuan yang
dia hayati, yang hanya satu dimensi dan satu-satunya dia pahami, ternyata tidak
sejalan. Orang yang menghayati ilmu fiqih saja pasti gelisah ketika berhadapan
dengan kenyataan sosial yang berbeda dengan isi ilmunya. Orang yang menghayati
ilmu ekonomi pasti gelisah ketika berhadapan dengan "logika zakat dan
sedekah" ala fiqih. Orang yang menghayati ilmu geografi saja pasti gelisah
ketika berhadapan dengan adanya ruang baru yang disebut "dunia virtual
atau dunia maya".
Kajian
keislaman pada sisi normativitas dan historisitas telah berhasil memberikan
petunjuk dan peta (road map)
bagaimana
sesungguhnya ilmu-ilmu keislaman dibangun. Ketika pemetaan terhadap tumpang
tindihnya permasalahan sudah ditemukan, Amin Abdullah menawarkan gagasan
paradigma integrasi interkoneksi untuk mengurangi ketegangan yang seringkali
terjadi secara tidak produktif.
Penelitian
ini bertujuan menjawab apa dan bagaimana paradigma integrasi interkoneksi dalam
pandangan Amin Abdullah serta bagaimana pula implementasi dan kontribusi dari
paradigama tersebut terhadap perkembangan kajian keislaman. Dalam penelitian
ini digunakan model penelitian pustaka. Peneliti menganalisis pemikiran Amin
Abdullah dari bahan kepustakaan atau informasi yang dikumpulkan didasarkan atas
studi kepustakaan yang meliputi buku dan literatur pemikiran Islam yang ditulis
oleh Amin Abdullah terutama pada gagasan paradigma integrasi-interkoneksi.
Dalam metode ini, peneliti menggunakan deskriptif-analisis terhadap pemikiran
Amin Abdullah.
Dalam
penelitian ini, peneliti menemukan bentuk pemikiran Amin Abdullah bahwa
paradigma interaksi-interkoneksi hakikatnya ingin menunjukkan bahwa
antarberbagai bidang keilmuan sebenarnya saling memiliki keterkaitan, karena
memang yang dibidik oleh seluruh disiplin keilmuan adalah realitas alam semesta
yang sama, hanya saja dimensi dan fokus perhatian yang dilihat oleh
masing-masing disiplin berbeda. Oleh karena itu, rasa superior, eksklusifitas, pemilahan secara
dikotomis terhadap bidang-bidang keilmuan yang dimaksud hanya akan merugikan
diri sendiri, baik secara psikologis maupun secara ilmiah akademis. Betapapun
setiap orang ingin memiliki pemahaman yang lebih utuh dan komprehensif,
bukannya pemahaman yang parsial dan reduktif. Maka dengan menimbang asumsi ini
seorang ilmuan perlu memiliki visi integrasi-interkoneksi. Mengkaji satu bidang
keilmuan dengan memanfaatkan bidang keilmuan lainnya itulah integrasi dan
melihat kesaling-terkaitan antarberbagai disiplin ilmu itulah interkoneksi.
Paradigma
ini menegaskan bahwa bangunan keilmuan apapun, baik keilmuan agama, sosial,
humaniora, maupun kealaman tidak dapat berdiri sendiri to be single entity. Akan tetapi kerjasama, saling tegur
sapa, saling membutuhkan, saling koreksi dan saling keterhubungan antardisiplin
keilmuan akan lebih dapat membantu menusia
Label:
Tesis Pendidikan Agama Islam
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar