PERAN KOMITE SEKOLAH TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR NEGERI

Diposting oleh Unknown on Senin, 24 November 2014


Sekolah adalah institusi pendidikan yang lahir dari masyarakat yang bertujuan membantu orang tua (masyarakat) dalam mengantarkan anak-anak mereka menuju kedewasaan dan kemandirian. Sebagai lembaga yang membantu orang tua, tentu saja sekolah harus berusaha mendidik anak-anak sesuai dengan harapan orang tua mereka. Pembentukan media yang beranggotakan orang tua murid, guru dan masyarakat merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi dalam menjembatani kepentingan dua kelompok ini dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Media yang saat iri paling tepat digunakan untuk memenuhi kebutuhan itu dikenal dengan istilah Konite Sekolah. Komite Sekolah mempunyai paling tidak empat peran utama, yaitu: (1) Pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan di satuan pendidikan; (2) Pendukung (supporting agency), baik yang berwujud financial, pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan; (3) Pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparasi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan; (4) Mediator antara pihak sekolah dengan masyarakat wali murid di sekitas.
Tujuan Komite Sekolah dari penelitian ini adalah untuk mengetahui program yang dilaksanaan oleh Komite Sekolah, untuk mengetahui pelaksanaan program yang dilakukan Komite Sekolah serta untuk mengungkap kendala-kendala yang dihadapi oleh Komite Sekolah dalam melaksanakan programnya dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam melaksanakan program Komite Sekolah, dan untuk mengetahui hasil pelaksanaan program yang telah dilakukan Komite Sekolah di Sekolah Dasar Negeri Wonokusumo VII-46 Surabaya.
Obyek dari peran Komite sekolah terhadap pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar Negeri Wonokusumo VII-46 Surabaya antara lain pada orang tua murid atau wali murid serta peran komite sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Sedangkan jika dilihat dari subyeknya tercangkup pada kepala sekolah di Sekolah Dasar Negeri Wonokusumo VII-46 Surabaya.
Metode yang digunakan antara lain dengan cara observasi langsung guna mendapat data lapangan yang terkait dengan fenomena penelitian yang dapat dicerna melalui penginderaan kegiatan komite sekolah, kualitatif, wawancara mendalam yang dilakukan secara alami dan dicatat dalam bentuk catatan (field note)dengan wawancara semi struktural yakni interview menanyakan beberapa pertanyaan yang sudah terstruktur, dan studi dokumen yang merupakan data tertulis mengenai bentuk-bentuk kontribusi sekolah, program-program kerja dan dokumen ini berfungsi sebagai indikator dari produk yang terkait dengan penelitian ini.
Hasil penelitian ialah untuk mengetahui pelaksanaan program komite sekolah yang sudah dilaksanakan dan yang belum dilaksanakan. Adapun program yang sudah dilaksanakan antara lain pemavingan lapangan, membangun mushola, membangun tempat parkir siswa, membangun ruang komputer. Adapun program yang belum dilaksanakan menambah ruangan tempat belajar siswa, menambah tembat wudhu dan kamar mandi serta sarana ibadah di mushola.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar