Pendidikan Karakter Menurut Ratna Megawangi dalam Perpektif Pendidikan Islam

Diposting oleh Unknown on Kamis, 13 November 2014

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan karakter manusia melalui pendidikan. Semua diarahkan untuk mencapai terbentuknya subyek didik yang berkarakter mulia (noble character). Dalam penelitian ini pendidikan Islam dijadikan sebagai sebuah interaksi dialogis antara pemikiran Ratna Megawangi dengan pemikiran Islam
Sebagaimana layaknya penelitian literar, penulisan ini memakai metode interpretasi, diskriptif, dengan menggunakan pendekatan filosofis. Pendekatan filosofis digunakan sebagai analisa logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep. Oleh karena itu analisa pembahasan memulai dengan mempertanyakan basis ontologis (kenyataan dasar), hal ini terasa penting karena menjadi starting poin dibangunnya sebuah teori. Setelah diketahui basis ontologis, kemudian mulai mempertanyakan bangunan epistemologisnya (metodologi).
Disamping menggunakan pendekatan filosofis juga menggunakan pendekatan hermeneutika dalam rangka menemukan makna yang tersembunyi, menyingkap makna yang belum jelas maksudnya sehingga diketemukan arti yang paling mendekati kebenarannya.
Penemuan mengenai esensi dari hakekat karakter manusia ditentukan oleh dua faktor yaitu Nature (faktor alami atau fitrah dan Nurture (faktor sosialisasi dan Pendidikan). fitrah manusia, fitrah manusia itu bersifat tetap dan permanen, akan tetapi lingkungan sekitar juga ikut berperan dalam mengubah karakter bawaan manusia tersebut. Atas dasar inilah upaya pemeliharaan dan pengembangan fitrah manusia dilakukan melalui pendidikan.
Untuk membangun manusia yang utuh dan sehat diperlukan pendidikan karakter. Pendidikan yang berusaha mengukir akhlak melalui proses knowing the good, Loving the good, dan acting the good. Yakni suatu proses pendidikan yang melibatkan aspek kognitif, emosi dan fisik, sehingga akhlak mulia bisa terukir menjadi habit of the mind, hearts and hands.
Akhirnya, Pengembangan karakter manusia menuju insan ka>mil akan mungkin terwujud, hanya dengan menempatkan pendidikan holistik berbasis karakter yang dilakukan oleh semua pihak: keluarga, sekolah dan seluruh komponen yang terdapat dalam masyarakat, dan dapat diterapkan dengan menggunakan pendekatan Student Active Learning, Developmental Appropriate Practices,, Contextual Learning, Collaborative Learning, dan Multiple Intelligences yang semuanya dapat menciptakan pengalaman belajar yang efektif dan menyenangkan, serta dapat mengembangkan seluruh aspek dimensi manusia secara holistik

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar